Penasihat Hukum Terdakwa Nyatakan Kasasi

Kami menilai putusan pengadilan tersebut belum memenuhi keadilan pihak terdakwa

BANJARMASIN, KP – Bujino A Salan salah seorang penasihat hukum terdakwa mantan Ketua Umum KONI Banjarmsin Djumadri Masrun, secara tegas menyatakan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, seiring dengan turunnya putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin yang memperberat hukumannya.

Bujino yang berada di luar kota, ketika dihubungi awak media melalui telpon selularnya, kemarin, mengatakan, pengajuan kasasi tersebut apabila pihaknya sudah menerima berkas putusan dan disetujui kliennya.

“Kami menilai putusan pengadilan tersebut belum memenuhi keadilan pihak terdakwa, makanya kami masih mengupayakan dengan mengajukan kasasi,’’ ujar Bujino.

Dalam putusan banding tersebut selain putusan lebih tinggi juga denda yang harus dibayar juga lebih tinggi, sementara pihak kliennya menurut Bujino, tidak menikmati apa yang didakwaan dan dana hibah tersebut betul-betul untuk kepentingan olahraga.

Seperti diberitakan, dua terdakwa dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Banjarmasin, yakni mantan Ketuanya H Djumdri Masrun dan Sekretarisnya Drs Widharta Rahman, oleh majelis tinggi Pengadilan Tinggi Banjarmasin, hukumannya bertambah.

Berita Lainnya

Mantan Kades Hamak Utara Dibui Tiga Tahun

1 dari 1.482

Di pengadilan tingkat pertama kedua terdakwa masing masing diganjar tiga tahun dan empat bulan sedangkan di tingkat banding hukuman menjadi empat tahun.

Dalam putusan majelis tinggi tersebut H Djumderi Masrun diganjar empat tahun serta denda Rp200 juta subsidiar enam bulan kurungan bila tidak dapat membayar, serta membayar uang pengganti sebesar Rp500 juta bila tidak dapat membayar maka kurungannya bertambah setahun.

Sementara Drs Widharta Rahman juga diganjar empat tahun serta membayar denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp387.819.500. Bila tidak dapat membayar maka kurungan bertambah setahun. Sementara uang pengembalian Rp50 juta dikembalikan ke Kas Pemko Banjarmasin.

Seperti diketahui, dalam putusan majelis hakim tingkat pertama yang diketuai Jamser Simanjuntak SH.memvonis H Djumadri Masrun selama 3 tahun ditambah 4 bulan penjara. Denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, dan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp500 juta dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar maka diganti kurungan badan selama 1 tahun. Sementara Widharta Rahman juga dihukum sama, yang membedakan cuma uang pengganti. Widharta hanya diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp360 juta atau kalau tidak bisa membayar digantikan penjara selama 1 tahun.

Majelis menyatakan sependapat dengan JPU kalau keduanya terbukti bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 UURI No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kedua terdakwa melakukan dugaan korupsi dana hibah Pemko Banjarmasin kepada KONI Banjarmasin, dengan dugaan tidak dapat mempertanggungjawabkan keuangan hibah senilai Rp2 miliar lebih. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya