Penuhi Janji, DPRD Kalsel Serahkan Tuntutan Mahasiswa #SaveKPK

Berita Lainnya
1 dari 3.257

Jakarta, KP – DPRD Perwakilan DPRD Kalsel menyerahkan tuntutan mahasiswa #saveKPK ke presiden melalui Kementerian Sekretariat Negera (Setneg) Republik Indonesia, Selasa (22/6/2021), di Jakarta.
Tuntutan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel yang diberi tagar save KPK (#saveKPK) terhadap permasalahan KPK yang terjadi di Indonesia lewat aksi demontrasi pada Senin, di depan Gedung DPRD Kalsel.
Surat pernyataan sikap ini itu dibawa DPRD Kalsel melalui tiga orang perwakilannya, yakni Ketua Komisi I Hj Rachmah Norlias, anggota Komisi I Siti Nortita Ayu Febria dan Sekretaris Komisi IV Firman Yusi untuk menyerahkan langsung ke presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara RI (Setneg).
“Pernyataan sikap dari mahasiswa Kalimantan Selatan untuk disampaikan ke Presiden Jokowi hari ini, kami mohon doanya untuk kelancaran,” kata Hj Rachmah Norlias, sesaat sebelum berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat pukul 09.00 Wita.
Setiba di Bandara Soekarno Hatta, rombongan dijemput pejabat Badan Penghubung Provinsi Kalsel langsung menuju Setneg, yang sudah dikoordinasikan menerima sekitar pukul 11.10 WIB.
Rombongan diterima Agung, staf Tata Usaha Layanan Informasi Publik Kementerian Sekretariat Negara RI.
Firman Yusi mengatakan, kedatangan mereka menyampaikan isi pernyataan sikap BEM Se-Kalsel sebanyak delapan poin.
“Kami akan membacakan isi dari surat yang disampaikan tadi, terutama pernyataan sikap BEM Kalsel. Kita harapkan ini disampaikan ke predisen,” kata Firman Yusi.
Lebih lanjut, politisi dari Partai PKS ini menyampaikan akan menyerahkan bukti dokumentasi penyerahan ini kepada mahasiswa.
“Kami DPRD Kalsel memberikan tindaklanjut dengan bukti tanda terima, dokumentasi berupa photo dan video bahwa telah menyampaikan keinginan mahasiswa Kalsel di Sekretariat Negara dan kantor staf kepresidenan” katanya.
Sementara anggota Komisi I Siti Nortita Ayu Febria mengharapkan mahasiswa dapat menerima apa yang telah diamanahkan kepada mereka.
“Kami mengharapkan apa yang telah kami laksanakan bisa diterima oleh adik-adik mahasiswa,” kata Tatum, panggilan akrab Siti Nortita Ayu Febria.
Lebih lanjut, Tatum mengakui, keinginan mereka berdiskusi tidak bisa dilaksanakan, karena sebagian pejabat Setneg sedang melaksanakan bekerja di rumah.
“Karena tingginya kasus covid di Jakarta, pegawai di Kementerian Sekretariat Negara hanya sebagian masuk kantor, sebagian lagi melaksanakan Work From Home (WFH), sehingga tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pertemuan ataupun berdiskusi,” paparnya.
Selanjutnya rombongan bergerak ke Kantor Sekretariat Kabinet RI Bagian Layanan Informasi Publik yang tidak jauh dari situ, untuk menyerahkan tembusan surat pernyataan sikap tersebut. (lyn/KPO-)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya