Suntikan Vaksin Dibalas Senyuman ODGJ

Banjarmasin, KP – Seakan tidak merasakan sakit, suntikan vaksin Covid-19 yang diberikan tenaga kesehatan (nakes) malah dibalas dengan senyuman dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Meski tertutup dengan masker, tatapan kosong dan senyuman polos tersirat saat warga yang mengidap gangguan jiwa tersebut duduk di kursi penerima vaksin di ruang utama Rumah Singgah Baiman, milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Kamis (24/06) siang.

Mereka berjejer rapi mengikuti arahan petugas pendamping sosial yang mengabdikan dirinya di rumah singgah tersebut untuk bisa mendapatkan vaksin.

Tak seperti warga atau target vaksinasi pada umumnya, pemberian vaksin pada ODGJ ini terlihat sedikit runyam. Pasalnya, selain kesulitan dalam berkomunikasi, petugas kesehatan juga sulit menginput identitas dari ODGJ yang bakal menerima vaksin.

Kepala Operasional Rumah Singgah Baiman, Hasan Basri mengatakan, ODGJ yang menerima vaksin ini ada sebanyak 61 orang.

“Kesulitan dalam menginput nama penerima vaksin ini karena hampir 10 persen ODGJ yang ada di sini tidak memiliki identitas,” ungkapnya saat dibincangi awak media di sela kegiatan vaksinasi tersebut.

Menurutnya, yang jadi sasaran utama adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau mereka yang mengalami disabilitas fisik dan mental. Dan sudah selesai menjalani perawatan di RSJ Sambang Lihum.

Kepala Operasional Rumah Singgah Baiman, Hasan Basri berharap vaksinasi di rumah singgah bisa dilakukan berkelanjutan. Alasannya, lantaran jumlah penghuni rumah singgah yang tidak menentu.

Berita Lainnya
1 dari 3.215

“Layanan di sini, full 24 jam. Ketika ada yang mengantar misalnya Satpol PP, selalu kami terima,” ucapnya, kemarin (24/6).

Lelaki yang saat ini juga menjabat sebagai Kasi Pembinaan Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekerasan di Dinsos Kota Banjarmasin, itu juga menjelaskan bahwa selain memerlukan vaksin, pihaknya juga memerlukan rapid test antigen.

Sekali lagi, lantaran mereka yang diantar ke rumah singgah, kerap masih tidak diketahui apakah terpapar virus corona, atau tidak.

Sayang, selama vaksinasi berjalan. ODGJ yang divaksin banyak tersenyum dan diam. Hanya mau membuka suara kepada para petugas screening. Dari informasi yang dihimpun, dari total 61 orang, hanya satu orang yang tidak bisa divaksin lantaran mengalami riwayat sakit jantung.

Terpisah. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan bahwa pihaknya akan sebisa mungkin mengupayakan vaksinasi secara berkesinambungan.

“Totalnya, ada 1.000 ODGJ di Kota Banjarmasin yang ditargetkan untuk divaksin,” ucapnya kemarin (24/6).

Machli mengaku sadar ODGJ mesti menjadi perhatian bersama, lantaran mereka juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan vaksinasi. Di sisi lain, oleh pemerintah pusat, vaksinasi ODGJ juga diinstruksikan menjadi prioritas.

“Mereka juga rentan dan mudah terpapar COVID-19. Di Banjarmasin, ini adalah pelaksanaan kedua. Sebelumnya ada 89 ODGJ yang divaksin. Selain di sini, nanti juga akan ada di tempat-tempat lainnya,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya