Bulan Depan, BSI Gantikan Buku Tabungan dan ATM

Banjarmasin, KP – Merger antara Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah resmi sejak per 1 Februari 2021. Secara bertahap dilakukan penyesuaian baik tampilan kantor maupun administrasi nasabah. Lantas, bagaimana tabungan nasabah yang sebelumnya masih dengan nama bank-bank sebelumnya.

Kemudian, apakah tidak berpengaruh jika nasabah masih menggunakan buku atau ATM bank sebelumnya.

Imam Syarifudin, Area Manager Banjarmasin, Bank Syariah Indonesia, mengatakan, semua cabang atau outlet tidak ada yang tutup namun diganti semua dengan sign atau logo BSI.

Adapun merger secara sistem atau operasional sudah dimulai bertahap secara nasional sejak Mei tadi.

Sedangkan untuk giliran Regional 10 Banjarmasin (Wilayah Kalimantan) akan dimulai pada 12 Juli 2021 yang diawali nasabah Bank Mandiri Syariah, kemudian 22 Juli untuk nasabah BRI Syariah dan 2 Agustus untuk nasabah BNI Syariah.

“Jadi sementara ini tiga sistem dari tiga bank tadi masih berjalan, kemudian mulai Juli akan jadi satu yaitu migrasi ke BSI,” ujar Imam saat silaturahmi ke kantor Banjarmasin Post Group, Senin, di dampingi

Rischan Nur Ichsan Thamrin / Branch Manager Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Yanda Virgina Priority Banking Manager BSI.

Lanjutnya, tak perlu khawatir, data dan dana nasabah aman, hanya perubahan sistem lama ke sistem baru.

Berita Lainnya

Ketua KONI Tabalong Dituntut Lima Tahun

Jumat Berkah, Polsek Banteng Berbagi

1 dari 1.400

Adapun jumlah nasabah yang dipindahsistemkan, untuk wilayah Kalselteng sebanyak 230 ribu rekening.

“Kami sudah pilah, kami sosialisasikan ke nasabah payroll, nasabah prioritas. Migrasi lancar, nasabah tak perlu khawatir,” ujar Imam.

Mengenai kartu ATM lama masih bisa dipakai, namun nasabah dipersilakan per 12 Juli nanti untuk ke cabang BSI terdekat untuk melakukan penggantian buku tabungan dan kartu ATM.

Ditambahkan, hasil merger itu menjadikan BSI sebagai bank syariah terbesar nasional dan masuk dalam rangking ke-7 terbesar di antara perbankan nasional.

“Penggabungan tiga Bank Syariah itu, sehingga terkumpul aset Rp 240 triliun dengan jaringan 1.200,” katanya.

Harapannya, lanjut dia, dengan BSI ini bisa menjadi efek domino untuk beberapa lembaga-lembaga, seperti asuransi syariah, industri perbankan yang halal di Indonesia.

“Kehadiran BSI juga tak hanya sekadar hubungan emosional tumbuh di masyarakat atau Islam, tapi bisa memberikan ekspektasi lebih kepada nasabah,” ungkapnya.

Ada beberapa langkah dilakukan di antaranya perbaikan sistem informasi dan IT perbankan serta memperbaiki semua jaringan-jaringan yang ada.

Sekarang ini, 87 outlet BSI yang tersebar di Kalimantan. (vin/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya