Dinilai Terlalu Mahal, 7 Bulan Kantin Balai Kota Tanpa Pedagang

Banjarmasin, KP – Meski pembangunan Kantin Balai Kota Banjarmasin telah rampung dan diresmikan sejak akhir 2020 lalu, rupanya Bangunan yang berada di halaman belakang gedung pusat pemerintahan Kota Banjarmasin ini masih belum ada pedagang yang menempati.

Hal itu membuat banyak asumsi liar mencuat, salah satunya lantaran harga sewanya yang tinggi.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh salah seorang pedagang yang biasa mangkal di Balai Kota, Torijan. Pria yang berprofesi sebagai satu-satunya pedagang sate di Balai Kota itu mengatakan, sepengetahuannya harga sewa yang ditawarkan pihak pemko sebesar Rp30 juta pertahun.

“Saya sebenarnya ingin. Tapi, daripada tidak bisa membayar sewa, mending tetap menjual pakai rombong seperti ini,” ucapnya saat dibincangi awak media belum lama tadi.

Selain harga sewa yang mahal, pria yang akrab disapa kacong itu membeberkan. Bahwa menu yang dijual pun juga sudah diatur, seperti setiap harinya harus menyiapkan beberapa menu berbeda.

“Belum lagi di bangunan kantin ini tidak ada dapur. Jadi mintanya menyiapkan makanan dari rumah dan menyiapkannya di kantin. Siapa yang sanggup dengan harga dan ketentuan begitu,” cetusnya.

Dikonfirmasi secara terpisah terkait belum terisinya bangunan kantin tersebut, Kasubag Rumah Tangga dan Pengadaan Bagian Umum Setdako Banjarmasin Lukman Hakim mengatakan bahwa masih mencari siapa yang mau mengisi kantin tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 857

Dijelaskannya, prosesnya sendiri dilakukan melalui lelang. Yang saat ini terdata sudah ada sekitar 100 pendaftar yang ingin memenangkan lelang. Ia juga membenarkan bahwa harga lelang yang dibuka memang Rp 30 juta.

“Untuk Kantin Balai Kota, baru sepekan ini kami lelangkan. Harga yang kami tawarkan 30 juta per tahun,” ucapnya.

Lukman melanjutkan, dengan adanya pendaftar ia berharap dalam waktu dekat ini sudah menemukan pemenang lelang. Sehingga kantin bisa kembali beraktivitas dan melayani pegawai di Balai Kota.

Di sisi lain, Lukman juga mengatakan, pemenang lelang adalah siapa yang berani mengambil nilai tertinggi dari penawaran awal.

Namun, untuk tahun ini pemenang lelang masih diberi keringanan, yakni hanya membayar separuh dari nilai yang disepakati.

“Misalnya apabila lelang dimenangkan dengan nilai Rp40 juta, maka cukup Rp20 juta saja disetorkan. Mengingat sudah memasuki bulan ketujuh,” ucapnya.

Kemudian, Lukman juga tak menampik, bahwa kantin dua lantai itu nantinya diharapkan dapat menyajikan varian menu lokal. Seperti, nasi kuning dan lontong untuk pagi hari. Kemudian, ada sop atau makanan lainnya pada siang hari.

“Kami harap dalam waktu dekat sudah mendapatkan pemenangnya agar kantin dapat segera difungsikan,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya