Kehangatan yang Membahagiakan Keluarga

Oleh : Ismail Wahid
Konsultan Hukum Keluarga

Kehangatan hubungan suami-isteri merupakan inti hubungan suami-isteri. Sebuah perkawinan tidak akan sempurna tanpa keintiman suami-isteri. Keluhan tentang hubungan biologis telah sering diekpose di media massa. Dalam era informasi sekarang, probelama tersebut mendapat tempat tersendiri di kalangan suami dan remaja pra nikah.

Kenyataan masih banyak pasangan suami isteri yang telah berumah tangga antara 5 sampai 10 tahun yang masih sungkan untuk berbagi rasa dalam kemesraan bersama. Akhirnya apa yang mereka harapkan tidak terwujud, kemesraan yang menjadi rutinitas itu lambat laun menjadi hambar, layaknya sebuah upacara serimonial semuanya menjadi resmi, menegangkan dan tentu monoton.

Bila saat-saat indah di kamar tidur tidak bisa lagi dinikmati dengan baik, maka akibatnya suami atau isteri cendrung gelisah, mudah marah, bahkan menjadi stres, apabila yang bersangkutan terlalu sayang dan takut menyakiti hati pasangannya. Rasa berdosa itu janganlah sampai berlarut-larut, kerena akan melahirkan kemunduran seksual. Bila ia sebagai suami mungkin akan mengalami ejukulasi dini bahkan untuk kasus yang lebih akut

atau parah akan menderita impoten. Sedangkan bagi isteri akan mengacaukan sistem reproduksi, anxietes bahkan frigiditas.

Suami atau isteri yang mencoba mengambil inisiatif dengan menginginkan suasana dan hubungan dalam bentuk yang lain dari semula. Lantas mencoba menyayangi pasangannya dengan imajinasi erotis misalnya dalam memperbaharui usapan, rabaan, tekanan ke daerah “baru” yang sebelumnya tak pernah dilakukan dalam mendaki ke titik puncak, harus mengkomuni kasikannya lebih dahulu kepada pasangannya agar sepaham.

Suami yang mengambil inisiatif membuat variasi bercinta menjadi lebih bergairah, sehingga membangkitkan kemesraan dan romantisme cinta kasih. Bila hal ini berlangsung dengan baik akan meningkatkan gairah yang terbawa ke segala aktivitas kehidupan sehari-hari, misalnya suasana di meja makan tanpak lebih berselera, hidangan yang tersaji makin

mengandung selera. Pada proses selanjutnya akan meningkatkan prestasi kerja, yang lebih menyenangkan lagi diantara pasangan suami-isteri akan berkeinginan menikmati “masakan luar” yang menerbitkan selera.

Pelajari kebiasaan hidup pasangan

Memang patut disayangkan bila pasangan suami isteri secara lahiriah tanpak harmonis, tetapi ketika mengekprsikan kemesraan terjadi salah sambung yang parah. Lebih baik bila masing-masing pasangan mempelajari kembali kebiasaan yang menyebabkan kekasihnya sensitif dalam gairah dan terpesona oieh pelayanan suami atau isteri. Hal ini dapat dimulai ketika sedang bersenda gurau di temat tidur.

Peristiwa malam pertama tidak sekedar direkam dalam perbuatan, tetapi lebih sempurna lagi dilukiskan dengan kata dan ungkapan yang iembut sekaligus menantang. Apabiia dialog cinta tersebut diresapi dengan sabar, tidak tergesa-gesa, lambat laun keterbukaan dalam bercinta akan mengalir tanpa mempersoalkan siapa yang memulainya terlebih dahuiu. Karena segalanya berlangsung secara relek sepenuh penghayatan. Sebagai

warning up sebaiknya tidak diawali dengan gerakan fisik yang kasar, mulailah dengan bisikan indah dan sentuhan kecil yang sedikit menggoda.

Berita Lainnya
1 dari 292

Orgasme

Para isteri di dunia Timur menganggap tabu ikut-ikutan menikmati percintaan yang berlangsung, sehingga kehangatan gerakan mereka terkesan pasif dan kurang variatif, hal semacam ini bukan berarti kemunafikan, tetapi mencerminkan kelembutan dan ketulusan.

Sebenarnya para isteripun berhak menikmati puncak kemesraan, karena prinsip bercinta adalah memberi dan menerima rela tanpa tekanan intimidasi. Di era giobalisasi sudah sering kita dengar dan simak kenyataan bahwa seorang isteri mudah tampak lebih agresif dibanding suami, bila karakter semula memang bukan persoalan yang serius, namun

bila hal ini terjadi karena adanya kejenuhan atau hal lain yang berkaitan dengan emosi bercinta, sebaiknya suami mengimbangi atau mengadakan pendekatan berdasarkan kasih sayang, tentunya tak bisa begitu saja mengabaikan asas keterbukaan.

Seorang suami yang bijaksana akan lebih mementingkan ketentraman isterinya dalam bercinta, ketimbang memuaskan dirinya sendiri dan meninggalkan rasa penasaran isterinya. Komunikasi batin dalam mendaki puncak kemesraan sangat diperlukan dan dibina secara kontinu dan berimbang.

Memperbaharui kemesraan

Pasangan yang sudah 10 tahun menikah kebanyakan enggan membicarakan tentang seks kepada pasangannya. Mereka beralasan bahwa usianya telah lewat untuk membahas sesuatu yang romantis. Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah kurangnya gairah mereka untuk melakukan pembaharuan dan variasi tertentu dalam bercinta yang dilatar belakangi rasa sungkan pada pasangannya. Perasaan sungkan dan takut dicurigai pasangan

merupakan kendala yang sering terjadi, untuk itu perlu penyiasatan dalam mengambil inisiatif. Tahap pertama dengan mengubah penampilan dengan sesegar mungkin. Di tempat tidur tidak perlu ragu membebaskan fantasi dengan berpakaian seksi, milikilah rasa percaya diri yang utuh, agar tidak tanpak canggung. Kembangkanlah dialog mengenai suasana pada

saat itu sebagai tahap pendahuluan atau katakanlah bahwa hari ini suasanya menggembirakan, romantis dan bersemangat, bisa pula membisikan kata-kata yang romantis, mesti tidak berarti bernada puitis.

Untuk mengoptimalkan pesona kemesraan ditempat tidur, perbedaan sikap di

kamar tidur dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya mengubah warna lampu yang lebih temeram dan memutar musik beriman pelan dengan nada-nada yang romantis. Musik diperlukan bagi mereka yang menginginkan suasana yang tegang, karena ketegangan bukan saja menjadi serba salah, tetapi juga menguras energi. Pada prinsifnya keterbukaan bukan sebatas kata-kata, tetapi seluruh prilaku yang mencoba menghidupkan kemesraan dengan

bahasa naluri dan isyarat kasih sayang yang diekspresikan dengan beban bahkan liar untuk mencapai sesuatu yang didambakan bersama, yaitu kehangatan, kepuasan dan tentu saja kebahagian.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya