Bersiap Dengan Ledakan Algoritma dan Data

Oleh : Mambang, M.Kom
Ketua IndoCEISS (Indonesian Computer Electronics And Instrumentation Support Society) Kalimantan Selatan

Ini bukan khayalan fiksi, ini bukan akhir dari segalanya tetapi ini baru awal dimana kita akan masuk kedalam suatu guncangan hebat yang dimulai dengan algoritma dan data. Silahkan anda perhatikan apa yang sebenarnya terjadi pada sekeliling anda, algoritma dan data tentunya sudah menjadi yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Saat anda terbangun dari mimpi indah dipagi hari, tentunya sudah menjalani proses algoritma yang tentunya menjadi rutinitas setiap hari. Begitu pun dengan “Data”, kata yang sesungguhnya hanya singkat tapi penuh dengan makna ini bisa menjadi sesuatu masalah ataupun juga keuntungan ditengah derasnya aliran informasi yang merasuki sendi kehidupan.

Seorang tokoh besar yang lahir sekitar tahun 780 M atau abad ke-9 M Abu Ja`far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi adalah tokoh sentral dalam hadirnya algoritma. Al-Khwarizmi menulis buku yang sangat monumental dengan judul Al Jabar wal-Muqabala (The book of Restoration and Reduction) terbit 825 M . Dari judul buku tersebut, kita juga memperoleh kata “aljabar” atau biasa dikenal dengan algebra. Secara umum pengertian algoritma adalah urutan langkah-langkah untuk memecahkan suatu masalah. Kata algoritma sendiri terdengar terlalu kompleks, walaupun dia sebenarnya punya pengertian yang gampang. Dalam kajian informatika dan komputer, algoritma adalah rangkaian instruksi komputer untuk melaksanakan tugas atau menyelesaikan suatu masalah menggunakan alur logis. Berbicara tentang data tentunya kita akan disajikan berbagai macam definisi dan arti. Secara umum, pengertian data adalah sekumpulan keterangan atau fakta mentah berupa simbol, angka, kata-kata, atau citra, yang didapatkan melalui proses pengamatan atau pencarian ke sumber-sumber tertentu. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Menurut Nuzulla Agustina, definisi data adalah keterangan mengenai suatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta, angka, grafik tabel, gambar, lambang, kata, huruf, yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi.

Saat ini algoritma dan data memasuki sendi kehidupan,sebagai contoh bayangkan bagaimana persaingan e-commerce saat ini terjadi pada mengatur strategi yang tepat untuk meningkatkan keuntungan, jika strategi yang dijalankan hanya menggunakan cara dan pola manual tentunya akan sangat sulit menentukan strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Algortima klustering dan asosiasi bisa menjadi salah satu solusi dalam contoh masalah tersebut. Perkembangan teknologi digital dalam 15 tahun terakhir berubah sangat cepat, termasuk di Indonesia. Perkembangan tersebut tampak dari pengguna internet yang tumbuh cepat, serta volume lalu lintas data yang melampaui seluruh data sepanjang sejarah manusia modern.

Berita Lainnya

Hati yang Gelisah

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual

1 dari 332

Secara simultan, ekonomi global telah tertranpormasi dari ekonomi berbasis materi menjadi ekonomi berbasis pengetahuan, sebelumnya, sumber utama kekayaan adalah aset material seperti tambang emas,ladang gandum , dan sumur-sumur minyak. Kini, sumber utama kekayaan adalah pengetahuan. Pertarungan teritori wilayah dan sumber daya alam yang terjadi pada dekade sebelumya berubah secara cepat. Pada dekade tersebut penguasaan sumber daya alam dilakukan dengan cara menaklukan teritori serta ladang-ladang minyak melalui perang. Tetapi untuk menaklukan dan merebut pengetahuan tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu. Dalam bukunya “Harari” mengatakan, jika kita ingin menciptakan sebuah dunia yang lebih baik, kuncinya adalah membebaskan data. Seiring dengan itu pergerakan aliran informasi dalam dekade ini sangat cepat kita jalani, kita tentunya melihat bagaimana aliran data dan informasi tanpa henti juga memicu penemuan dan guncangan baru yang tak seorangpun merencanakan, mengendalikan, atau memahaminya. Evolusi komputer-komputer dari beberapa dekade sebelumnya mampu memintas selat-selat sempit yang terjadi, sehingga dapat dengan cepat memetakan jalur yang berbeda dan jauh lebih cepat menuju super intelegensia. Terbaru, bagaimana Elon Musk Reeve pendiri, CEO dan Chief Engineer di SpaceX, membuat robot humanoid atau yang memiliki perawakan dan karakteristik seperti manusia, Namanya adalah Tesla Bot. Tesla Bot direncanakan akan memiliki tinggi sekitar 172 cm, berbobot 56,6 kg, dan memiliki layar sebagai wajahnya. Dari sini kita bisa melihat bagaimana ledakan algoritma dan data sudah sampai pada super intelegensia.

Memahami algoritma dan data memang memerlukan pemahaman yang mendalam, algoritma pada mesin pencari seperti google tentunya adalah dikembangkan oleh tim yang sangat besar. Setiap anggota dari tim tersebut hanya memahami satu bagian dari teka-teki, dan tak seorang pun benar-benar memahami algoritma secara keseluruhan. Lebih dari itu, dengan munculnya pembelajaran mesin dan jaringan neural artifisial, semakin banyak dan semakin banyak algoritma yang berkembang secara independent, memperbaiki diri, dan belajar dari kesalahan mereka sendiri. Mereka menganalisis banyak data, pendidikan, astronomi, bisnis, dan bidang lainnya yang tak seorang pun manusia bisa menangani, dan belajar mengenali pola-pola serta mengadopsi strategi yang jauh dari jangkauan pikiran manusia. Bibit algoritma ini mungkin dikembangkan oleh manusia, tetapi saat ia tumbuh, ia mengikuti jalannya sendiri, pergi kemana pun yang tak diketahui manusia sebelumnya, dan kemana pun yang tak bisa diikuti oleh manusia.

Munculnya internet memberi kita perubahan selera atas berbagai hal. Sehingga, ranah maya ini kini menjadi krusial bagi kehidupan kita sehari-hari. Teknologi menghadirkan digitalisasi dan modernisasi di berbagai bidang serta perkembangan teknologi informasi telah memicu revolusi global di semua aspek kehidupan manusia. Prof. Rhenald Kasali, Ph.D dalam bukunya yang berjudul “Self Driving” menjelaskan dalam keterbukaan informasi yang terjadi saat ini, kita dipaksa untuk memilih apakah untuk jadi driver atau passenger. Ibarat sopir yang setiap hari pulang dan pergi melewati jalan yang sama, lama-lama kita sama sekali tak mengenal adanya jalan-jalan baru. Bukan karena tak mampu belajar mencari-cari jalan baru, melainkan karena sudah terlalu nyaman dengan jalan yang sudah kita kenal. Ketika kita memilih untuk menjadi driver, maka kita akan selalu siap dengan perubahan yang terjadi, Ketika kita memilih untuk menjadi passenger maka bersiaplah untuk menjadi penonton dalam setiap adegan perubahan. Albert Einstein (14 M
aret 1879- 18 April 1955) adalah satu tokoh legendaris bidang fisika dan filsuf sains berkata, persoalan perubahan yang dihadapi manusia bukanlah mengadopsi hal-hal baru, melainkan sulitnya membuang kebiasaan-kebiasaan lama. Mendiang Syekh Mohammad Al-Mahtum yang meletakan dasar-dasar perubahan di Dubai, berucap, kita ini seperti rusa di padang sabana yang dikelilingi harimau-harimau yang siap memangsa. Kalau tidak bisa lari lebih kencang, maka kita akan menjadi mangsa mereka.

Setiap manusia kiranya bisa menjadi pemimpin dan bisa memegang kendali, baik itu “drive your self”, “drive your people” dan “drive your nation”. Generasi muda harus menjadi agen perubahan (agent of change) di era digital saat ini, sehingga setiap dentuman perubahan yang terjadi, anda sudah siap dengan solusi serta memainkan peranan penting dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya