Bupati Meminta Tingkatkan dari Menjahit ke Bordir

Rantau, KP – Bupati Tapin HM Arifin Arpan meminta kepada pengelola Balai Latihan Kerja Komunitas Menjahit Pondok Pesantren Muthiul Huda Hatungun Kecamatan Hatungun, agar bisa meningkatkan dari melatih menjahit menjadi bordir.

Hal itu disampaikannya di sela-sela melakukan penijuan BLK Komunitas Menjahit Ponpes Muthiul Huda Hatungun sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Mushola. Jumat (23/10/2021) kemarin.

“Bagi yang mengikuti pelatihan menjahit di BLK hendaknya bisa ditingkatkan dengan membordir dari hasil jahitan,“ ungkapnya.

Menurut Bupati dari bordiran yang dihasilkan akan bernilai tinggi dan memiliki ciri khas tersendiri bagi membuatnya.

Di daerah kita sudah memiliki kain sasirangan dan di daerah lain sudah banyak yang memiliki hal yang sama, namun kalau ditambah bordir tentunya hasilnya kainnya berbed, kalau sudah menjadi sebuah baju.

Namun juga sebuah bordiran ada ciri khas yang ditampilan yang tidak sama dengan daerah lain dan didaftarkan di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga nantinya sudah ada ijin dan labelnya tentunya tidak akan diambil orang lain dan tidak bisa ditiru.

“Sebuah bordiran dibuat tentunya memiliki ciri khas dan didaftrakan, sehingga tidak bisa diambil orang lain,“ katanya.

Berita Lainnya
1 dari 314

Sebagai contoh yang sudah kecolongan yakni pembuatan kopiah jangan, daerah kita ada memiliki pengrajin pembuatan kopiah jangang, namun namanya diambil orang dan didaftrakan tempat yang resmi.

Pemerintah daerah akan membantu dan mendorong bagi warga masyarakat yang mengikuti pelatihan menjahit untuk bisa menjaid lebih baik, untuk peralatannya tentunya akan siap membantu.

“Mudah-mudahan kegiatan ini, semua pihak mendukung, supaya Tapin tapin maju berkembang kemudian hari bisa menjadi tauladan dimasyarakat dan dibanggakan bagi semua orang,“ harapnya.

Sementara pengasuh Ponpes Muthiul Huda Hatungun Muhsin Al Aziz mengatakan, BLK Menjahit Bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Pemerintah Kab Tapin melalui Dinas Tenaga Kerja Kab Tapin.

“Sejak berdirinya BLK ini warga dan alumni Ponpes yang sudah mengikuti pelatihan menjahit sudah bisa membuatkan seragam untuk santri-santriawan pondok pesantren Muthiul Huda Hatungun,“ ujarnya.

Sementara ini dari hasii Latihan menjahit, pembuatan baju seragam Ponpes dahulu dibuat oleh para alumni dan warga yang mengikuti latihan menjahit di blk ini.

“Ada sebanyak 16 orang yang dilatih yalni alumni ponpes dan diberdayakan untuk membuat baju seragam santri,“ ujarnya.

Untuk bordir dan lambang atau ciri khas belum disiapkkan lagi dan kedepan tentunya akan disipakan sesuai dengam arahan bupati tapin. (abd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya