Urgensi Kompetensi Bahasa Inggris Di Era Revolusi Industri 4.0

Oleh : Hj. Suraya Milah, S.Pd
Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 13 Banjarmasin

Saat ini, kita telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital yang mendorong otomasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Era revolusi industri keempat ini mengacu pada bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), teknologi robotik, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia.

Sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri saat ini adalah yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital. Kompetensi ini untuk mewujudkan pabrik cerdas (smart factories), seperti salah satunya Internet of Things (IoT). Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Untuk itu, diperlukan pelaksanaan program peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) para sumber daya manusia berdasarkan kebutuhan dunia industri saat ini, salah satu yang kompetensi yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki talent, dikarenakan talent menjadi kunci atau faktor penting untuk kesuksesan implementasi industri 4.0.

Setidaknya terdapat empat kualifikasi dan kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja di era revolusi industri 4.0. Pertama, educational competence, kompetensi pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill di era ini. Kedua, competence for technological commercialization, yaitu memiliki kompetensi membawa dan memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi. Ketiga, competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan menyelesaikan masalah. Keempat, competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s, dan lain sebagainya. 

Generasi yang lahir pada medio 1980-1999 ini harus bersiap dengan kondisi tersebut karena masa depan industri dan manufaktur Indonesia berada di tangan mereka. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0 adalah kemampuan berbahasa asing. Kemampuan ini penting dikuasai agar dapat berkomunikasi pada tingkat global.

Hasil riset menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-51 dari 88 negara di dunia yang memiliki kecakapan berbahasa Inggris, dengan penurunan skor menjadi 51,58 dari 52,14 pada tahun lalu. Skor ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-13 dari 21 negara di Asia dan berada di bawah nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris kawasan Asia sendiri (53,94). Peringkat Indonesia bertahan di tingkat kecakapan rendah sejak 2017 dan masih berada di bawah peringkat negara ASEAN lainnya, seperti Singapura dengan (68,63) pada tingkat Kecakapan Sangat Tinggi, Filipina (61,84) dan Malaysia (58,32) di Tingkat Kecakapan Tinggi. Bahkan Indonesia, berada di bawah Vietnam (53,12) yang berada di Tingkat Kecakapan Menengah.

Bahasa menjadi sarana dalam berkomunikasi dengan sesama manusia. Karena dunia yang luas dan beragam bahasa yang dimiliki oleh setiap negara, maka perlu adanya bahasa Internasional. Bahasa Internasional adalah bahasa yang kita gunakan agar dapat berkomunikasi dengan banyak orang dari berbagai negara. Bahasa Internasional pertama tentunya sudah tidak asing lagi, yaitu bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan di Era Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu setiap individu harus memiliki motivasi dan minat yang tinggi dalam mempelajari bahasa Inggris.

Berita Lainnya

Pengelolaan Keuangan Negara di Era Digitalisasi

Digitalisasi Keguruan

1 dari 379

Bahasa Inggris sebagai salah satu kemampuan berkomunikasi yang perlu dimiliki pada era saat ini, jika kemampuan bahasa Inggris terus dilatih sejak usia sekolah, maka para siswa kelak dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat berpartisipasi aktif dalam dunia profesional.

Bahasa asing khususnya Bahasa Inggris dapat memberikan keuntungan untuk memahami budaya dari negara lain. Hal tersebut memudahkan seseorang untuk terhubung dengan dunia yang luas dan bersaing dalam era 4.0. Contohnya saja penguasaan bahasa asing dalam dunia pendidikan dapat mempermudah mendapatkan berbagai beasiswa yang disediakan dalam melanjutkan pendidikan, penting sekali untuk belajar bahasa asing.

Bagi sebagian negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari pastinya sudah terbiasa dengan hal tersebut, namun bagi orang yang sejak lahir memiliki bahasa ibu (mother tongue) selain bahasa Inggris, pasti memiliki kendala dalam berbahasa Inggris. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa pelajaran bahasa Inggris sudah ada sejak sekolah dasar bahkan mungkin taman kanak-kanak, pada kenyataannya masih banyak yang sulit berbicara menggunakan bahasa Inggris. Selain karena masyarakat Indonesia bukan merupakan penutur asli bahasa Inggris, bahasa Inggris juga tidak digunakan sebagai bahasa sehari-hari sehingga banyak orang yang paham maksud dari sebuah kalimat dalam bahasa Inggris tetapi sulit untuk berbicara dalam bahasa Inggris.

Untuk memulai belajar atau mendalami sesuatu yang baru, dalam hal ini bahasa, ada tiga hal penting yang perlu dikuasai, yaitu tujuan, kemampuan, dan motivasi. Yang pertama pahami terlebih dahulu tujuan belajar bahasa Inggris untuk apa dan dampak apa yang akan dirasakan. Setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam mempelajari bahasa Inggris. Dengan mengetahui tujuannya pasti akan lebih maksimal dalam mempelajari bahasa Inggris tersebut. Misalnya belajar bahasa Inggris karena ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, maka kita akan mengerahkan energi yang lebih besar untuk mempelajarinya seperti lebih sering untuk latihan soal-soal TOEFL atau bisa juga dengan mengikuti bimbingan belajar.

Yang kedua pahami kemampuan diri sekarang, apakah benar-benar nol dalam bahasa Inggris atau sudah paham atau paham maksud dari sebuah kalimat bahasa Inggris tetapi terbata-bata dalam berbicara. Nah ketika sudah mengenali kemampuan diri sejauh mana pemahaman dalam berbahasa Inggris, akan tahu apa yang dibutuhkan dalam mempelajarinya.

Selanjutnya, selain paham akan kemampuan diri, juga harus mempunyai motivasi yang kuat dalam belajar bahasa Inggris, karena pembelajaran yang baik didorong dengan motivasi yang kuat. Motivasi ini ada dua jenis, yaitu motivasi karena tuntutan dari luar dan motivasi yang berasal dari diri sendiri. Kedua motivasi ini sama-sama baik tapi motivasi dalam diri sendirilah yang jauh lebih kuat dalam mendorong mempelajari sesuatu, termasuk bahasa Inggris. Motivasi dari dalam diri akan membuat kita mau belajar dan semangat datang dari diri sendiri bukan datang dari tuntutan orang lain. Ketika kita sudah mengetahui tujuan belajar bahasa Inggris dan sudah mempunyai motivasi yang kuat, keduanya akan mempermudah dalam menyusun strategi yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan dalam mempelajari bahasa Inggris.

Dengan menguasai bahasa asing dapat menentukan masa depan. Dalam hal pekerjaan bisa meningkatkan jabatan. Atau bahkan dalam dunia usaha hal ini dapat meningkatkan kinerja sehingga membuat boss terkesan. Dan masih banyak lagi keuntungan dari menguasai bahasa asing untuk masa depan kalian. Karena itu usahakan menguasai satu, dua bahasa asing. Kalau lebih bagus lagi untuk menunjang karir. Bisa melalui online atau mengikuti les atau kursus yang bertebaran di seantero tempat tinggal. Terus tunggu apa lagi, buruan segera daftar dan mulai untuk belajar bahasa asing biar bisa menata masa depan.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya