Ini Kata Forsiladi Kalsel di Tengah Musibah Banjir

Banjarmasin, KP – Lagi, bencana banjir melanda Banua, banyak yang menjadi dampaknnya. Kesehatan, Ekonomi, lingkungan dan lain sebagainnya.

Seperti saat ini bencana banjir di Kabupaten HST, HSU dan HSS dan sekitarnya. Tak sedikit dari mereka yang mengungsi akibat rumah mereka yang terendam air.
Hal tersebut harusnya sudah dapat dipelajari dan minimal adanya kesiapan masyarakat karena iklim sulit ditebak lagi.

Melihat kondisi itu, Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kalsel, mencoba memberikan pandangan dan solusi agar mental kesiapsiagaan dimiiki dan bencana dapat diminimalisir.

Ketua Forsiladi Kalsel, Dr Jarkawi mengatakan , bencana banjir di Banua ini perlu kesadaran bersama, baik itu lingkungan masyarakat, birokrat, organisasi sosial kemasyarakatan dan lainnya.

“Iklim tidak bisa dilawan, namun kita juga jangan tertawan oleh situasi yang buruk. Harus ada upaya untuk menyelamatkan lingkungan dan saudara-saudara yang terkepung banjir,” katanya, Selasa (30/11/2021).

Lanjutnya, lingkungan yang ramah baik di hulu dan hilir DAS (daerah aliran sungai) harus terbentuk dan terbangunnya kesadaran dalam kebersamaan. akan pentingnya lingkungan yang ramah di sepanjang DAS akan mengurangi dampak langsung dan dampak penggiringnya dari bencana banjir.

Berita Lainnya
1 dari 1.524
loading...

“Memberikan pehamanan yang sama dan persepsi yang sama. Setiap waktu bencana akan datang kapan saja dan dalam bentuk apa saja. Kesiapan dalam menghadapi bencana harus dibentuk dulu. Masyarakat harus paham ini,” ucapnya.

Dicontohkannya, kesiapan seperti apa yang harus dimiliki masyarakat? Ujar akademisi Uniska ini misal kewaspadaan yang tinggi. Sehingga perlu adanya ‘Tas siaga’ bencana yang disiapkan di rumah, agar bila sewaktu waktu ada bencana bisa langsung menyelamatkan diri.

“Setiap warga perlu memiliki tas siaga untuk persiapan bencana,” katanya.

Jarkawi juga berharap agar pemerintah mulai mengintegrasikan program kerjanya kedalam rencana aksi yang bisa dilakukan dengan melibatkan masyarakat.

Jalur birokrasi yang berbelit dan kadang lambat harus di pangkas. Kejadian Banjir ini memerlukan langkah Segera dalam penanganannya.

Untuk itu maka yang dilakukan haruslah aksi dan Kerjasama serta kolektif kologial. Misalkan dgn pemberian bantuan secara langsung atau menyiapkan rumah singgah untuk para korban banjir agar dapat terselamatkan jiwanya.

“Kerjasama dan berkolobrasi dengan pihak terkait sangat penting,”pungkasnya. (fin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya