Banjarmasin, KP – Guna menghentikan laju ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di Banjarmasin saat ini, Satgas Covid-19 setempat berencana akan kembali menggiatkan razia protokol kesehatan di tengah masyarakat.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo mengisyaratkan, bahwa akan ada patroli gabungan seperti dulu.
“Kegiatan akan diperketat lagi. peningkatan prokes gabungan seperti dulu lagi agar masyarakat sadar, ucapnya, usai mengikuti Rakornas Penanganan Covid-19, di aula Kayuh Baimbai, Senin (7/2) siang.
Ia menilai, hal tersebut dilakukan agar laju sebaran virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu bisa ditekan dan tidak berkembang lagi.
“Kita akan lakukan kegiatan gabungan, TNI, Polri dan Satpol-PP seperti dulu. Kalau perlu nyanyi malam-malam dan di jalan kita razia prokes lagi. Agar masyarakat sadar bahwa pentingnya menjalankan prokes di kegiatan sehari-hari,” tukasnya.
“Sanksi yang dipakai sama seperti dulu yakni Perwali 68 tahun 2020 tentang penerapan disiplin protokol kesehatan. Besok (Selasa, 8 Februari 2022) akan kita rapatkan bersama Satpol-PP,” tandasnya.
Pengetatan terkait prokes itu sendiri dilakukan bukan tanpa sebab. Banjarmasin telah dikatakan sudah memasuki gelombang ketiga untuk kasus Covid-19.
Bahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, bahwa hal itu terbukti dalam kurun waktu dua pekan terakhir, tercatat sudah ditemukan sebanyak 828 kasus aktif. Tertanggal 6 Februari 2022.
“Bisa dikatakan gelombang ketiga melihat laju penyebarannya. Dari total kasus, 50 di antaranya dirawat di RS dan sisanya Isolasi Mandiri (Isoman),” ucapnya saat ditemui awak media di Balai Kota, Senin (7/2) siang.
Machli mengakui, jika ditelaah dari lajunya perkembangan penyebaran kasus memang mengindikasikan varian omicron. Meskipun pihaknya belum bisa memastikan tanpa ada hasil laboratorium yang real.
“Kalau dilihat dari laju perkembangan penyebaran kasus, ini memang salah satu indikator dari kurva Omicron,” ungkapnya.
“Tapi, kita masih menunggu hasil 17 sampel yang dikirim oleh Pemerintah Provinsi. Memang dari analisis kurva penularan ke arah sana (omicron). Tentunya ini menjadi warning bagi masyarakat,” jelasnya.
Melihat kondisi di atas, Machli meminta agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap protokol kesehatan.
Langkah lainnya menurut Machli, yakni dengan mempercepat vaksinasi, yang saat ini sudah menyentuh angka 83,87 persen.
Walaupun untuk capaian lansia masih sangat rendah, yakni baru sebesar 49,66 persen.
“Kalau sulit mengejar vaksinasi lansia, maka orang-orang di sekitar lansia yang kita vaksin untuk melindungi,” ungkapnya.
“Kita juga memiliki rencana membuka Isolasi Terpusat (Isoter) apabila BOR atau keterisian tempat tidur kita diatas 50 persen. Sekarang baru 21 persen,” sambungnya.
Karena itu, menurut pria yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin itu, masyarakat harus kembali meningkatkan kewaspadaan guna mencegah sebaran Covid-19 ini meluas.
“Pak Presiden dan pak Walikota juga sudah menegaskan bahwa protokol kesehatan, terutama masker tetap wajib dijalankan,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan, percepatan vaksinasi juga harus segera digenjot. Pasalnya, ia menilai dengan mempercepat vaksinasi, maka otomatis akan terbangun kekebalan kelompok di masyarakat.
“Target utama kita adalah membangun mempercepat membangun kekebalan kelompok, kalau kita sulit mengejar lansia, maka orang-orang yang ada disekitar lansia yang akan kita vaksin. Itu dilakukan agar para lansia juga terlindungi,” tandasnya.(Kin/KPO-1)















