Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

DLH Banjarmasin Gencarkan Pengolahan Sampah
Rumah Kompos Sungai Biuku Operasi

×

DLH Banjarmasin Gencarkan Pengolahan Sampah<br>Rumah Kompos Sungai Biuku Operasi

Sebarkan artikel ini
hAL 10 3 kLM RUMAH KOMPOS
RUMAH KOMPOS- Inilah Rumah Kompos yang dirintis DLH Pemko Banjarmasin. (KP/Amir)

Banjarmasin,KP – Selama ini sampah masih menjadi masalah utama di berbagai daerah tak terkecuali Kota Banjarmasin.

Umumnya masalah utama dihadapi tidak hanya sekedar karena keterbatasan teknologi melainkan lebih pada masalah kebiasaan membuang sampah yang tidak pada tempatnya dan harus dirubah.

Kalimantan Post

Dari permasalahan itulah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin terus berupaya menggencarkan program pengolahan kompos.

Program itu diakui cukup efektif dalam menanggulangi permasalahan sampah di kota seribu sungai ini ,“Program kompos ini sudah berjalan dan terus kami upaya kembangkan,” ujar Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin Marzuki.

Kepada {KP} Jumat (18/2/2022) Marzuki mengemukakan, saat ini DLH Kota Banjarmasin siap mengoperasikan rumah pengolahan pupuk kompos di Kampung Sungai Biuku, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Menurut Zack sapaan akrab Marzuki, DLH kini sedang melengkapi peralatan, sarana prasarana serta sumber daya manusia untuk operasional rumah kompos tersebut.

Ia juga menjelaskan, jika sudah beroperasi mampu memproduksi 10 ton sampah organik menjadi pupuk kompos setiap harinya.

” Adapun sumber dana pembangunan rumah pengolahan sampah menjadi pupuk kompos itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan pemerintah pusat tahun 2021 lalu,” ujarnya.

Menurut dia, sasaran sampah organik berupa dedaunan yang ditangani untuk produksi rumah kompos dikumpulkan dari limbah sampah rumah tangga dan pasar.”Khususnya di wilayah Kelurahan Sungai Andai dan sekitarnya,” tutur Marzuki.

Dikemukakan, sebelumnya Pemko Banjarmasin melalu DLH sudah lama mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yaitu di TPA Basirih dengan kapasitas 10 ton per hari.

Marzuki menjelaskan, sampah organik yang diolah umumnya diambil dari Pasar Sentral Antasari dan pasar tradisional yang terbesar di Kota Banjarmasin.

Baca Juga :  UMBJM Mantapkan RS Hasan Basri Kandangan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran

Menyinggung hasil pengolahan sampah menjadi kompos Marzuki mengemukakan, selama ini hanya dibagikan secara gratis kepada masyarakat, sekolah maupun perkantoran untuk penghijauan dan menyuburkan berbagai tanaman.

” Asalkan tidak di jual siapa saja boleh minta datang sendiri ke tempat pengolahan kompos,” ujarnya.

Lebih jauh Marzuki menyebutkan, produksi sampah di Kota Banjarmasin mencapai 600 ton per harinya dan sebagian dihasilkan dari sampah organik yang diambil dari pasar-pasar tradisional maupun sampah dibuang warga ke TPS.

Selain sampah organik katanya. Pemko Banjarmasin dinilai cukup berhasil dalam mengurangi volume sampah non organik seperti plastik dan sampah non organik lainnya.

Menurutnya pengolahan sampah non organik itu baik melalui pendirian bank sampah maupun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) atau TPS 3R.

” Salah satunya terobosan baru yang kini diprogramkan adalah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pengelolaan sampah,” kata Marzuki.

BLUD ujarnya, secara khusus nantinya akan memberikan layanan dalam pembuangan sampah yang berasal bukan dari rumah tangga seperti sampah hotel, pasar modern atau kegiatan usaha lainnya dengan cara berlangganan kepada DLH.

Menurutnya jika ini dapat direalisasikan selain diharapkan mengurangi volume pembuangan, tapi juga akan memberikan masukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota ini. (nid/K-3)

Iklan
Iklan