Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Buku Sumber Kesuksesan Hidup
(Refleksi Hari Buku Nasional 2022)

×

Buku Sumber Kesuksesan Hidup<br>(Refleksi Hari Buku Nasional 2022)

Sebarkan artikel ini

Oleh : Nor Hasanah, S.Ag, M.I.Kom
Pustakawan UIN Antasari Banjarmasin

Seperti yang diketahui bersama bahwa 17 Mei 2022 menjadi momen yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasalnya tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Buku Nasional (Harbuknas) yang ditetapkan sebagai momen untuk memperingati pentingnya budaya membaca.

Kalimantan Post

Rendahnya budaya membaca buku di Indonesia sudah menjadi masalah yang melanda sejak dulu. Kondisi ini berkaitan dengan angka melek huruf yang rendah di dalam negeri. Merujuk survei di tahun 2016 oleh Central Connecticut State University, minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang terlibat survei. Bahkan menurut UNESCO, persentase minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, yaitu hanya 0,001 persen.

Hal ini diperburuk dengan tingginya angka buta huruf di Indonesia yang memprihatinkan. Data terakhir yang dirilis oleh BPS pada 2020 menyebutkan bahwa masih ada sekitar 1,93 persen penduduk Indonesia yang buta huruf. Artinya, masih ada sekitar 5.237.053 penduduk Indonesia yang tidak bisa membaca aksara. Angka buta huruf tertinggi tersebar di enam provinsi, termasuk Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat.

Oleh karena itu, perayaan Harbuknas dijadikan momen untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat terkait pentingnya membaca buku. Kampanye-kampanye budaya membaca diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan mengatasi buta huruf dalam negeri.

Sejarah Hari Buku Nasional 17 Mei Tahun ini Harbuknas telah dirayakan selama lebih dari dua dekade, tepatnya sejak 2002. Sejarah mencatat Harbuknas dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar, yaitu Menteri Pendidikan yang menjabat di era Kabinet Gotong Royong (2001-2004).

Melansir Donasi Buku Kemendikbud, Harbuknas awalnya ditetapkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan menaikan penjualan buku. Kala itu, jumlah rata-rata buku yang dicetak setiap tahun hanya mencapai 18 ribu judul. Jumlah tersebut sangat rendah dibanding negara Asia lainnya, seperti Jepang dan Cina yang mencapai 40 ribu hingga 140 ribu judul buku.

Baca Juga :  Candu Judol Mampu Menghilangkan Nyawa

Selain itu, angka melek huruf di dalam negeri juga rendah. Di tahun 2002 UNESCO mengungkapkan bahwa angka melek huruf di Indonesia pada orang dewasa berusia 15 tahun ke atas hanya 87,9 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding Malaysia, Vietnam, dan Thailand pada tahun yang sama.

Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat kemampuan literasi dasar adalah modal utama yang harus dimiliki agar bangsa dapat berkembang. Berkaca dari hal tersebut sejumlah elemen masyarakat khususnya kelompok pecinta buku mendorong untuk disahkannya gerakkan untuk meningkatkan budaya membaca.

Sumber Kesuksesan

Kesuksesan bukanlah hal yang mudah ditempuh oleh semua orang di seluruh dunia. Bahkan, banyak orang yang telah menggunakan segala cara untuk mencapai kesuksesan tersebut. Dalam konteks seperti ini, orang yang melakukan segala cara untuk mencapai kesuksesan tidaklah menggunakan prosedur yang benar. Oleh karenanya, banyak di antara mereka yang gagal dalam melakukannya. Tidak perlu susah-susah melakukan suatu hal yang berat untuk mencapai kesuksesan. Melalui membaca merupakan cara termudah untuk meraih kesuksesan tersebut. Pepatah mengatakan bahwa membaca merupakan jembatan ilmu. Dikatakan seperti itu memang benar kalau dengan membaca seseorang dapat membuka mata dunia yang memang sebelumnya tidak ia ketahui.

Meningkatkan minat membaca seseorang tidak semudah meningkatkan suhu dalam panggangan. Karakteristik seseorang yang tidak suka membaca menjadi tantangan tersendiri dalam hal ini. Untuk seseorang yang memiliki karakteristik seperti itu terlebih dahulu harus diberi tahu hal apa saja yang akan ia dapat dari membaca. Misalnya seperti kesuksesan yang akan ia dapat dari membaca. Tidak hanya sampai di situ, pertanyaan mengapa membaca merupakan kunci dari sebuah kesuksesan akan muncul dari pikiran orang tersebut. Mau tidak mau, jawabannya harus dipikirkan dengan matang agar bisa mempersuasifkan orang tersbeut ke dalam budaya membaca.

Baca Juga :  NEOSUFISME SEORANG TOKOH

Membaca menjadi kunci kesuksesan karena apapun yang dibaca seperti artikel di internet, buku-buku tentang pengetahuan umum, berita, koran, majalah dan sebagainya terkandung sebuah informasi yang akan menjadikan seseorang yang membaca tulisan tersebut menjadi kaya akan informasi. Informasi yang tertahan dalam otak seseorang akan masuk ke dalam pikiran dan mulai memikirkan apa hubungan dari informasi tersebut dengan kehidupan masa depan seseorang itu.

Tidak hanya sampai di situ, orang tersebut akan merasakan dengan sendirinya bahwa ia kekurangan informasi untuk mencapai masa depannya. Oleh karena itu, ia mulai membaca lagi dan mencari informasi yang lain untuk melengkapi informasi yang sebelumnya telah ia dapatkan.

Manfaat membaca yang lainnya adalah dapat meningkatkan kualitas seseorang dalam menulis dan berbicara. Seseorang yang menjadikan membaca sebagai budaya tentunya akan menambah perbendaharaan kata yang ia miliki dan kata itu dituangkan dalam tulisannya dan ketika ia berbicara menjadi lebih bijaksana. Tulisan dan teknik berbicara yang berkualitas tentunya akan sangat berpengaruh pada perubahan dunia. Itu lah mengapa membaca dapat berdampak sedemikian besar bagi perubahan dunia. Merugilah bagi orang-orang yang tidak menjadikan membaca sebagai budaya. Oleh karena itu jadikanlah sebagai sahabat terbaik dalam meraih kesuksesan hidup.

Iklan
Iklan