Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Cacing Hati Masih Jadi Atensi Pelaksanaan Kurban

×

Cacing Hati Masih Jadi Atensi Pelaksanaan Kurban

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 KLm Sapi Kurban
PERIKSA KESEHATAN- Sapi di RPH Basirih sedang menjalani pengecekan kesehatan oleh petugas kesehatan. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Hewan kurban yang memiliki penyakit akibat keberadaan cacing hati dalam tubuhnya masih menjadi hal yang terus diwaspadai dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, drh Teuku Inayatsyah mengakui bahwa hal tersebut merupakan atensi tersendiri bagi pihak ya. Terutama dalam pelaksanaan ibadah kurban di Hari Raya Iduladha tahun 2022 ini.

Kalimantan Post

Bukan tanpa alasan, ia membeberkan, hampir dalam setiap tahun pelaksanaan ibadah kurban, pihak panitia masih sering menemukan jenis parasit tersebut di hati hewan kurban.

Kendati demikian, Inayatsyah mengaku bahwa saat ini sudah banyak panitia yang paham untuk memisahkan bagian hati yang terkontaminasi.

“Apalagi kita juga rutin menggelar pelatihan kepada mereka,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (6/7) siang.

Karena itu, ia menuturkan, pada ibadah kurban tahun ini, setidaknya 15 personel yang bakal dikerahkan untuk melihat, mendeteksi sekaligus melakukan pendataan hewan ternak yang akan dikurbankan warga pada saat puncak hari raya IdulAdha nanti.

” Di setiap kecamatan akan ada tiga orang petugas kita yang keliling melakukan pengecekan hewan kurban. Baik ibadah kurban di tempat ibadah atau di permukiman warga. Ada perwakilan dari dokter hewan atau paramedik juga,” jelasnya.

Petugas tersebut menurutnya sudah dibuatkan Surat Keputusan (SK) pemugasan. Yang nantinya akan mulai turun pada tanggal 8 Juli hingga H plus 3 Idul Adha.

Ia menambahkan, bahwa petugas yang turun ke lapangan akan memeriksa lebih jauh memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Baik sebelum disembelih maupun saat pemotongan daging kurban.

“Setelah dipotong akan dilihat jeroan dan bagian lainnya. Apakah ada infeksi atau terdapat cacing atau parasit, maka kita minta panitia untuk dipisahkan agar tidak dibagikan ke warga,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Banjarmasin Resmikan RM Raso Rajo, Tambah Destinasi Kuliner Baru di Banjarmasin

Disinggung terkait ketersediaan stok hewan kurban di Banjarmasin, pria yang akrab disapa Yayat itu menyebut bahwa masih mencukupi. Bahkan dalam beberapa menjelang Idul Adha akan ada lagi hewan kurban yang datang dari luar pulau.

“Sekarang stok di RPH ada sekitar 600 ekor dan sudah ada pemesannya. Selain dari Banjarmasin, sebagian panitia juga punya langganan hewan kurban di daerah lain. Seperti Pelaihari, Puntik dan Bati-Bati,” tandasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan