Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Lebih Memilih Kakek Farhan Ketimbang Pakai Pelican Crossing

×

Lebih Memilih Kakek Farhan Ketimbang Pakai Pelican Crossing

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Seberang Jalan
MENYEBERANG- Warga memilih dibantu Kopral Farhan untuk menyeberang jalan menuju Masjid Noor gara-gara alait pelican crossing di jalan tersebut rusak. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Fungsi Pelican Crossing yang ada di Jalan Pangeran Samudera, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah dinilai tidak efektif sebagai fasilitas penyeberangan.

Hal itu diungkapkan oleh Hamzah, warga Kelurahan Sungai Jingah itu mengakui bahwa dirinya lebih memilih minta bantu dengan kakek Farhan yang selalu sigap menyeberangkan warga di sekitar sana.

Kalimantan Post

“Lebih aman jika minta bantu dengan beliau (Kakek Farhan) ketimbang memakai lampu pelican crossing setiap ingin menyeberang,” ucapnya saat dibincangi awak setelah dirinya menyeberang, Kamis (14/07) siang.

Pemuda berusia 25 tahun itu mengaku heran mengapa utilitas alias fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki di depan Masjid Noor itu tidak berfungsi lagi.

“Makanya tak heran kalau banyak orang yang lebih memilih minta bantu Kakek Farhan,” ungkapnya.

Kakek Farhan sendiri adalah mantan anggota TNI dengan pangkat Kopral yang mengabdikan dirinya untuk membantu pejalan kaki untuk menyeberangi jalan raya.

Benar saja, di kawasan tersebut memang dikenal sebagai kawasan lalu lintas yang padat, sehingga warga yang ingin menyeberang jalan harus ekstra hati-hati meski sudah menyeberang di jalur zebra cross.

Metode penyeberangan pelican crossing memanfaatkan lampu lalu lintas untuk menghentikan kendaraan dan memungkinkan pejalan kaki untuk menyeberang. Pejalan kaki akan menekan tombol di sisi jalan, menunggu lampu sinyal berubah warna, dan menyeberang sesuai dengan durasi waktu yang ditentukan.

Saat dibincangi, Farhan membeberkan, bahwa lampu pelican crossing yang ada di depan Masjid Noor itu sudah lama tidak berfungsi lagi.

“Rusaknya sudah sekitar 3 bulan lebih. Bahkan tombol di seberang sana sampai hancur entah gara-gara apa. Mungkin diambil orang,” ungkapnya.

Alhasil, ia turun ke jalan demi keselamatan para pejalan kaki yang ingin menyeberang. “Sudah jadi tugas saya menyeberangkan warga yang ingin menyeberang terutama jamaah yang ingin salat di masjid ini,” tukasnya.

Baca Juga :  Reses Anggota DPRD Fraksi Golkar H Rudy Heriyadi, Warga Soroti Data Bansos dan Usulkan Buat Jalan Bawah Jembatan Tembus Pasar Lama

Meski beroperasi secara normal, Kopral Farhan membeberkan bahwa masih banyak pengendara motor sampai mobil yang bebal dan tetap menerobos lampu merah yang menyala ketika pelican Crossing itu menyala

“Walaupun lampunya hidup, masih banyak pengendara yang tidak peduli dan nekat menerobos lampu merah. Sehingga tetap membahayakan pejalan kaki,” ujarnya.

“Bahkan dulu polisi (Petugas Satlantas) dan Dishub masih berjaga, masih banyak pengendara yang menerobos. Makanya mereka hanya bertahan 9 hari saja, sisanya tak ada petugas lagi,” tambahnya.

ia mengaku sudah sering memberitahukan kondisi pelican Crossing itu kepada petugas yang biasanya berpatroli di sekitar jalan tersebut. Namun sampai sekarang tak ada tindak lanjut apakah akan diperbaiki atau tidak.

“Mereka (petugas Satlantas dan Dishub) sudah kami beritahu kalau lampu penyeberangan jalan ini rusak. tapi sampai sekarang sama sekali belum ada perbaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Fepbry Ghara Utama mengakui bahwa utilitas Pelican Crossing di depan Masjid Noor itu memang susah lama tidak berfungsi.

Namun sayangnya, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait kerusakan yang terjadi pada Pelican Crossing tersebut lantaran status kepemilikannya masih milik swasta, alias pihak ketiga.

“Kalau di depan Masjid Noor itu operasionalnya kami kurang tau, karena masih milik swasta. Beberapa kali kita lakukan pengecekkan namun tidak sampai detail, hanya monitoring biasa saja” jelasnya.

Alhasil pihaknya mengaku akan kembali menindaklanjuti bagaimana kedepannya nasib keberadaan Pelican Crossing di Masjid Noor

“Segera kita komunikasikan seperti apa tindaklanjutnya karena disana sifatnya penting dan urgen untuk menyeberang jemaah,” ujarnya

Berbeda dengan pelican crossing di tempat lain. Misalnya di Jalan Anang Adenansi, atau tepatnya di seberang Taman Kamboja.

Baca Juga :  Apel Pagi Dipimpin Sekda, Pemko Banjarmasin Siapkan Penerapan WFH Dua Bulan ke Depan

ia mengklaim bahwa Pelican Crossing yang berada di kawasan tersebut masih beroperasi seperti biasanya.

“Alat itu kadang kita fungsikan kada tidak di fungsikan. Karena kita melihat aktivitas di sana seperti ketika digunakan sebagai penyeberangan anak-anak sekolah. Selain itu juga digunakan untuk warga di luar jam sekolah untuk menyeberang ke taman Kamboja,” paparnya.

Disinggung apakah pihak Dishub Kota Banjarmasin masih mensosialisasikan terkait penggunaan Pelican Crossing tersebut ke masyarakat, Fepbry mengaku iya.

“Di awal-awal sudah kita sosialisasikan melalui sekolah-sekolah, dan sosial media,” bebernya.

Namun hingga sampai saat ini masih banyak pengguna jalan raya yang tidak perduli atau tidak memahami fungsi dari Pelican Crossing tersebut.

“Tapi kan perilaku pengguna jalannya lagi. Itu terus juga kita sosialisasikan tapi apabila masih saja maka kita akan lakukan ke penegakan hukum. Tapi saat ini kita fokus ke penegakan hukum di rekayasa lalu lintas satu arah saja,” terangnya.

Kedepannya Fepbry menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi yang lebih tegas terhadap pengguna jalan raya yang masih nekat menerobos Pelican Crossing ketika ada warga menyeberang.

“Kalau kita saling sinergi dengan Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Banjarmasin untuk penegakan hukumnya. Kalau masih ada pengguna jalan yang nekat menerobos ketika ada warga menyeberang nanti akan kita tilang,” pungkasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan