Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Harga Bawang Merah di Eceran Mulai Turun

×

Harga Bawang Merah di Eceran Mulai Turun

Sebarkan artikel ini
8 4klm
TURUN - Harga bawang merah di tingkat eceran di pasar tradisional mulai mengalami penurunan. (KP/Opiq)

“Iya, sudah seminggu lebih harganya turun. Sebelumnya kami menjual sampai Rp 70 ribu per kilogram. Sekarang harganya Rp 40 ribu saja,” ujar Janah, seorang pedagang di Pasar Lima.

BANJARMASIN, KP – Seiring terjadi penurunan harga grosiran bawang merah di sejumlah agen, harga di tingkat eceran pun otomatis mulai terpantau turun di pasar tradisional.

Kalimantan Post

Seperti di Pasar Lama Banjarmasin, bawang merah dijual dengan harga bervariasi. Jika kualitasnya bagus dengan ukuran sedang dijual mulai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan yang kualitasnya agak di bawah atau ukurannya lebih kecil dijual lebih murah lagi.

“Iya, sudah seminggu lebih harganya turun. Sebelumnya kami menjual sampai Rp 70 ribu per kilogram. Sekarang harganya Rp 40 ribu saja,” ujar Janah, seorang pedagang di Pasar Lima.

“Kalau ukurannya lebih kecil lagi harganya juga lebih murah, cuma Rp 35 ribu sekilonya,” timpalnya lagi, Minggu (31/7).

Menurut Janah, saat ini stok bawang merah cukup banyak masuk ke Banjarmasin, sehingga memengaruhi harga mulai tingkat grosir hingga eceran.

“Harga partaian di Pasar Harum Manis juga mulai turun, berkisar antara Rp 30 ribu sampai Rp Rp 35 ribu per kilogram tergantung ukurannya dan kualitasnya,” jelasnya.

Saat ini, kata Janah, para petani di sejumlah daerah penghasil bawang merah sedang panen. Salah satunya adalah sentra bawang merah di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Biasanya bawang merah yang banyak masuk ke Banjarmasin dari Kabupaten Bima di NTB. Yang saya dengar sih pasokannya cukup banyak sekarang,” tuturnya.

Dirinya berharap, situasi seperti ini tetap dapat terjaga, sehingga tidak terjadi kekosongan stok di pasaran yang menyebabkan naiknya harga bawang merah.

Baca Juga :  Perkuat Perlindungan Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Gelar Sosialisasi Bersama Anggota Komisi IX DPR RI

“Mudahan normal terus pasokannya. Jadi harga juga terkendali. Kalau harganya mahal kan para pedagang dan pembeli juga yang susah,” imbuh Janah.

Sementara itu, Sari, salah seorang pembeli menuturkan, turunnya harga bawang merah akan menaikkan daya beli masyarakat, mengingat masih tingginya harga bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Kalau harganya mahal, konsumen jadi bepikir dua kali untuk membeli. Kita sih maunya harga normal saja dan yang penting stoknya selalu ada,” harapnya.

Turun harga bawang ini berakibat para grosir bawang di pasar Harum Manis Banjarmasin mengalami kerugian yang sangat besar.

Seperti dituturkan Jahrudin, salah seorang pedagang di pasar ini. Dia mengaku mengalami kerugian sampai ratusan juta akibat anjloknya harga bawang merah.

“Hari ini harganya dijual Rp 35 ribu per kilogram untuk grosiran. Sudah beberapa hari ini turun. Sebelumnya Rp 65 ribu per kilonya. Artinya, turun hampir separo harganya,” ungkapnya, beberapa hari lalu.

Menurutnya, harga bawang merah ini sangat fluktuatif. Sulit diprediksi karena cepat sekali perubahan harganya, bahkan dalam hitungan jam saja sudah bisa berubah lagi.

Jahrudin menambahkan, naik turunnya harga ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dari daerah sentra penghasil bawang merah.

“Bawang yang ukuran kecil ini saja kemarin waktu beli modalnya Rp 40 ribu, sekarang dijual antara Rp 25 – Rp 26 ribu saja. Otomatis kita rugi, karena belinya waktu harga pasar masih tinggi,” jelasnya. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan