hingga sekarang persyaratan perjalanan laut dan udara dengan tujuan ke luar daerah (provinsi lain) yang mewajibkan penumpang untuk menunjukkan sertifikat vaksin dosis ketiga (booster) bagi warga usia minimal 18 tahun sebagai, masih belum ada perubahan.
BANJARMASIN, KP – Kekosongan stok vaksin Covid-19 yang terjadi di Kota Banjarmasin, menjadi problem tersendiri bagi pelaku perjalanan yang masih belum lengkap vaksinnya sampai dosis booster.
Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah lebih tiga minggu mengalami kekosongan stok vaksin Covid-19, baik untuk dosis satu, dua, ketiga atau booster.
Alhasil, tak sedikit warga yang terpaksa mengurungkan niatnya ingin bervaksin akibat kondisi ini. Terutama bagi warga yang ingin melakukan perjalanan.
Pasalnya, hingga sekarang persyaratan perjalanan laut dan udara dengan tujuan ke luar daerah (provinsi lain) yang mewajibkan penumpang untuk menunjukkan sertifikat vaksin dosis ketiga (booster) bagi warga usia minimal 18 tahun sebagai, masih belum ada perubahan.
Sedangkan kepastian datangnya tambahan stok vaksin Covid-19 juga masih belum jelas dari Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan pun tak bisa berbuat banyak dengan kekosongan stok vaksin Covid-19 ini.
Namun, Ramadhan mengaku, selama belum ada stok vaksin yang masuk ke Gedung Instalasi Farmasi, pihaknya akan membuatkan surat pengantar bagi warga yang ingin bervaksin.
“Terpaksa sementara ini kita buatkan surat pengantar bagi pasien dulu, isinya menjelaskan bahwa sekarang kita sedang kehabisan stok vaksin,” ucapnya saat ditemui awak media belum.lama tadi.
Hal itu dilakukan bukan tanpa sebab, salah satu alasannya adalah masih adanya permintaan dari masyarakat untuk bervaksin.
“Sedangkan stok vaksin kita di gudang UPTD Instalasi Farmasi, puskesmas bahkan di rumah sakit masih kosong,” bebernya.
Ia mengaku, pihaknya sudah mengupayakan agar Kota Banjarmasin kembali mendapat jatah vaksin tambahan. Bahkan sampai memintanya langsung kepada pihak Kementerian Kesehatan.
“Sudah lebih tiga minggu kita masukan permintaan penambahan stok vaksin baik ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi sampai ke kementerian. Namun masih belum ada tanggapan,” ungkapnya
Selain dua upaya tersebut, pihaknya juga sudah meminta bantuan dengan pemerintah daerah tetangga lainnya. Seperti Kabupaten Banjar, Batola, Kota Banjarbaru dan daerah lainnya.
“Di kabupaten kota/kota lain juga mengalami hal serupa. Semua jenis vaksin kosong,” tandasnya. (Kin/K-3)















