Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Tak Hanya Harga BBM Kenaikan Tarif Leding Juga Picu Inflasi

×

Tak Hanya Harga BBM Kenaikan Tarif Leding Juga Picu Inflasi

Sebarkan artikel ini

Untuk inflasi bulanan dari Agustus 2022 itu 0,6 persen, naik menjadi 1,6 persen dan selain itu, untuk harga bahan makanan juga memberi pengaruh dengan inflasi di daerah

Kalimantan Post

BANJARMASIN, KP – Pasca harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi dinaikkan pada awal September lalu diakui menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Banjarmasin.

Tidak hanya itu. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Siane Apriliawati membeberkan, inflasi ini juga terjadi lantaran adanya kenaikan tarif air leding.

Seperti diketahui, tarif air leding di Kota Banjarmasin resmi dinaikkan sebesar 10 persen oleh PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) per 1 September lalu. Rupanya hal itu juga menjadi pemicu inflasi di Kota Banjarmasin sendiri.

“Kalau dari year on year, pada September 2021 itu 5,75 persen kemudian naik jadi 7,43 persen di September 2022,” ucapnya belum lama tadi.

“Kemudian untuk inflasi bulanan dari Agustus 2022 itu 0,6 persen, naik menjadi 1,6 persen,” tambahnya. Selain itu, untuk harga bahan makanan juga memberi pengaruh dengan inflasi di daerah.

“Di Banjarmasin ada dua bahan pokok yang mendorong inflasi di bulan September, yakni harga beras dan daging ayam ras,” ungkapnya.

Hal tersebut memberikan dampak yang sangat terlihat, yakni berkurangnya daya beli masyarakat.

Karena itulah, pihaknya mengaku melakukan langkah kongkret tim pengendalian inflasi daerah bersama SKPD terkait, seperti misalnya melakukan operasi pasar untuk mengembalikan kondisi inflasi ini.

“Kita juga akan melakukan pengawasan di tingkat distributor, apakah barang yang diperlukan tersedia. Kalau memang kurang kita lakukan kerjasama dengan daerah lain, karena Banjarmasin memang bukan daerah penghasil,” paparnya.

Lantas, apakah persentase inflasi yang meningkat bisa menjadi faktor bertambahnya warga miskin baru di Kota Banjarmasin?

Baca Juga :  Kartini Berdaya, Bumi Terjaga, Inisiatif Fugo Hotel Banjarmasin Rangkul Perempuan dan Kampanye Pengurangan Sampah

Sianne menjawab, tidak serta-merta itu jadi faktor utama. “Tidak berdampak langsung. Karena penyebab kemiskinan banyak faktor,” jelasnya.

Meningkatnya inflasi ini, menurut Sianne, bukan lagi masalah daerah. Tapi persoalan nasional bahkan global.”Kalau kita sering membaca berita perekonomian, inflasi global itu sudah mencapai 80 persen,” tekannya.

“Presiden kita, bapak Joko Widodo menganggap inflasi ini bagai Covid-19, harus segera diatasi,” tandasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan