Banjarmasin, KP – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan tema Akselerasi War On Drug Menuju Indonesia Bersinar diperingati di Aula Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan, Senin (26/6).
Acara ini diikuti Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH, pewakilan Gubernur Kalsel, Kepala BNNP Kalsel Brigjen Polr Wisnu Andayana SST MK melalui Kabid Pemberantas BNNP Kalsel Kombes Pol T Lisdiarto, Staf ahli Pemerintahan hukum dan Politik, Sulkan, para anggota TNI Angakatan Darat, Angkatan Laut dan Udara serta Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
Kabid Pemberantas BNNP Kalsel, Kombes Pol T Lisdiarto mengatakan peringatan HANI setiap tanggal 16 Juni adalah wujud keprihatinan seluruh dunia sebagai upaya memerangi penyalahgunaan dan narkotika.
“Untuk itu dibutuhkan gerakan, kepedulian dari segala unsur masyarakat sehingga tidak merusak kondisi bangsa dalam menuju Indonesia emas saat ini,” katanya.
Menurutnya, untuk memacu diri meningkatkan prestasi pembangunan kompetensi bangsa, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya generasi muda yang sehat cerdas dan badan intelektual, generasi milenial harus bisa mengeluarkan semangat membara untuk menyadarkan seluruh komponen bangsa dalam membangun solidaritas sebagai upaya yang mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkotika.
Dia menilai peredaran gelap narkotika di masyarakat menjadi ancaman kehidupan berbangsa bernegara.
Dan peredaran barang haram ini menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dengan korban yang meluas mencakup di kalangan anak-anak, remaja, generasi muda hingga Aparatur Sipil Negara (ASN)
“ Peredaran gelap narkotika pun meningkat baik dari segi nilai transaksinya maupun jenis yang diperdagangkan, oleh sebab itu BNN memiliki 4 strategi dalam menanggulangi permasalahan narkoba yaitu kerjasama baik lingkungan domestik, regional dan internasional yang diharapkan dapat secara efektif mengurangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dari berbagai aspek menghadapi kondisi ancaman tersebut,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum, Politik, Sulkan pada acara peringatan HANI tahun 2023 mengajak semua pihak untuk terus bergerak bahu membahu dan terus berjuang menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar penduduknya mencapai 273 juta, lebih tentu saja dengan kondisi yang demikian membuat Indonesia memiliki banyak tantangan cukup berat harus kita hadapi,” ujarnya.
Salah satu tantangan tersebut, katanya, adalah kejahatan narkoba lebih-lebih Indonesia memiliki cita-cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat, tentu saja untuk mewujudkan cita-cita tersebut diperlukan SDM yang unggul dan tangguh.
“Karena sumber daya manusia merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa, negara untuk mewujudkan SDM yang unggul serta tangguh harus dilaksanakan sendiri, dengan melindungi dan menjaga anak-anak kita supaya tidak terjerumus pada pusaran narkoba,” tuturnya.
Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi muda menjadi bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi serta bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara.
Sulkan mengatakan, penanggulangan permasalahan narkoba harus dilakukan secara terstruktur sistematis dan masih dengan melibatkan seluruh komponen bangsa penanggulangan tersebut dapat dilakukan secara seimbang melalui pendekatan kesehatan sosial maupun pendidikan.
“Sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan penyelenggaraan dan Peredaran gelap narkoba di Indonesia khususnya di Banua kita dapat terlaksana dengan baik untuk menghadapi tantangan ancaman kejahatan narkoba dengan modus operandi beragam dibutuhkan komitmen semangat dan tekad yang kuat dalam mengatasi permasalahan narkoba di Banua,” katanya. (fik/K-4)















