Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
EKONOMI

Satu RT 100 Pekerja Informal di Banjarmasin Selatan

×

Satu RT 100 Pekerja Informal di Banjarmasin Selatan

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, KP – BPJAMSOSTEK Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Bukan Penerima Upah kepada lurah Se-Kecamatan

Banjarmasin Selatan di Aula Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (26/7).

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Banjarmasin, Murniati, Camat Banjarmasin Selatan, Drs. Firdaus, M.Si, Lurah Banjarmasin

Selatan, Dewan kelurahan, pengurus RT serta penggerak PKK.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka penyampaian Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK

dengan target pekerja Bukan Penerima Upah atau Pekerja Informal di Kota Banjarmasin.

“Kami dari BPJAMSOSTEK Banjarmasin bersama Pemerintah Kota Banjarmasin dalam hal ini camat dan Seluruh lurah se-Kecamatan Banjarmasin

Selatan berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada pekerja informal di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan,” ucap Murniati.

Murniati menambahkan, potensi pekerja informal di Kecamatan Banjarmasin Selatan yaitu pedagang, buruh harian, dan petani ataupun pekerja

informal lainnya yang juga membutuhkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK.

“Komitmen kami bersama seluruh lurah di Kecamatan Banjarmasin Selatan, yaitu melindungi pekerja informal dengan target 1 RT 100 pekerja

informal,” terangnya lagi.

Murniati menjelaskan lebih lanjut, apapun pekerjaannya semua memiliki risiko dalam kegiatan pekerjaannya, tidak terkecuali pekerja

informal seperti pedagang, buruh harian dan petani yang ada di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Perlindungan dasar pekerja informal dilindungi oleh 2 Program, yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dengan iuran

sebesar Rp 16.800. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika pekerja juga mau untuk mendaftarkan 3 program dengan tambahan Program

Jaminan Hari Tua sebagai tabungan di hari tua dengan iuran sebesar Rp 36.800,” paparnya.

Murniati mengharapkan komitmen bersama pemerintah daerah dapat melindungi seluruh pekerja informal di Kota Banjarmasin, khususnya

Baca Juga:  Kuliner Khas Banjar Sukses Buka Jaringan Usaha di Kalselteng

Banjarmasin Selatan.

“Untuk kemudahan dalam pendaftaran dan pembayaran iuran BPJAMSOSTEK melalui Agen PERISAI atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia masuk ke

masyarakat pekerja, mulai dari lingkungan RT,” jelasnya.

Karena Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan Program Pemerintah, maka dibutuhkan kerjasama dari semua lini baik pemerintah dan

stakeholder untuk mendukung BPJAMSOSTEK.

Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kerja Keras Bebas Cemas Masuk Desa dan kelurahan ini merupakan amanat dari UU Nomor 24

Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, selain itu didasari dari Inpres No. Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi

Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Inpres Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Adapun manfaat yang akan diterima atas perlindungan yang diberikan oleh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berupa Perlindungaan Jaminan

Kematian (JK) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Apabila masyarakat pekerja rentan meninggal dunia, maka ahli waris mendapatkan santunan

sebesar Rp 42 juta, dan meninggal akibat kecelakaan Kerja sebesar Rp 70 juta, ditambah beasiswa untuk 2 orang anak maksimal sampai dengan

Rp 174 juta. Kemudian, apabila pekerja rentan mengalami kecelakan kerja, maka akan diberikan biaya pengobatan tanpa batasan biaya. serta

masih banyak lagi manfaat lainnya. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan