Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Kalsel Perlu Stabilitas Sosial Ekonomi Pedesaan

×

Kalsel Perlu Stabilitas Sosial Ekonomi Pedesaan

Sebarkan artikel ini
8 sekolom suripno sumas
SURIPNO SUMAS

Banjarmasin, KP – Kalsel perlu menjaga stabilitas sosial ekonomi pedesaan, sehingga tidak ada lagi ketimpangan ekonomi pedesaan.

“Stabilitas sosial ekonomi pedesaan yang mungkin bisa sebagai solusi atas ketimpangan ekonomi pedesaan dengan perkotaan,” kata Sekretaris

Kalimantan Post

Komisi I DPRD Kalsel H Suripno Sumas kepada wartawan, kemarin,di Banjarmasin.

Hal tersebut diungkapkannya menanggapi data statistik mengenai Rasio Gini Nasional, atau data beli secara nasional belakangan ini.

Menurut Suripno Sumas, untuk stabilisasi sosial ekonomi pedesaan antara lain bisa dengan meningkatkan usaha-usaha ekonomi kreatif

melalui pengembangan usaha kecil menengah (UKM).

Selain itu, pengembangan objek wisata pedesaan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) pedesaan melalui pelatihan ketrampilan

pemuda desa.

“Untuk menunjang itu semua, maka program pemerintah dimasa mendatang lebih perhatian kepada otonomi desa dengan cara peningkatan

anggaran desa sebesar Rp5 miliar pertahun/ perdesa,” tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS), Maret 2023 melaporkan antara lain, kondisi ekonomi Indonesia berdasarkan data statistik rasio

gini nasionalnya terjadi tren kenaikan di perkotaan , sedangkan pedesaan justru mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan BPS Maret 2023 tersebut banyak hal menarik seperti terkait kemiskinan dan ketimpangan kekayaan maupun rasio gini

secara nasional, perkotaan dan pedesaan. Begitu juga prosentase kemiskinan antarpulau di perkotaan dan pedesaan.

Rasio gini nasional ada tren naik dari 0,381 pada tahun 2020 jadi 0,388 Maret 2023. Di pedesaan dalam kurun waktu yang sama justru

mengalami penurunan dari 0,317 pada tahun 2020, jadi 0,313 Maret 2023.

Sementara rasio gini di perkotaan mengalami kenaikan tajam dari 0,393 tahun 2022 jadi 0,409 pada Maret 2023.

Sedangkan kemiskinan nasional 9,36 persen atau sebanyak 25,9 juta kepala keluarga (KK). Di pedesaan 12,22 persen dan perkotaan hanya

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Sebut Pertamax Berpotensi Turun Ikuti Harga Minyak Dunia

7,29 persen. (lyn/K-1)

Iklan
Iklan