Iklan
Iklan
HEADLINE

RSUD MAS Buka Layanan Pertama di Kalimantan “Burn Center”

1
×

RSUD MAS Buka Layanan Pertama di Kalimantan “Burn Center”

Sebarkan artikel ini
H Sahbirin Noor.

MUSIBAH kebakaran kerap terjadi jadi di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, terlebih di musim kemarau seperti sekarang ini tidak jarang menimbulkan korban luka bakar bagi warga.

Menyikapi hal ini, RSUD Moch Ansari Saleh (MAS) Banjarmasin, menyediakan ruang khusus penanganan pasien korban “burn center” (pusat luka bakar) yang saat ini belum tersedia di semua rumah sakit seluruh wilayah Kalimantan.

Penyediaan “burn center” seiring dengan komitmen Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat Banua.

Terlebih lagi, pelayanan “burn center” adalah yang pertama di Kalimantan dan sangat dibutuhkan warga.

Penyediaan fasilitas khusus pasien luka bakar di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalsel ini dimulai dengan kegiatan Inhouse Training Manajemen Tata Laksana Luka Bakar bagi para perawat atau tenaga medis, Kamis (10/8).

Diungkapkan Direktur RSUD MAS, dr Among Wibowo di Kalimantan sampai saat ini belum ada penangan khusus luka bakar, makanya disiapkan di rumah sakit ini, lengkap dengan dokter spesialis bedah plastik.

“21 Agustus ini Insya Allah sudah dibuka layanan baru khusus pasien luka bakar ini,” ujarnya.

Latar belakang penyediaan layanan ujarnya, karena banyaknya kasus luka bakar yang disebabkan kebakaran rumah, atau kena air panas, kena minyak panas, dan sebagainya.

Sementara itu, DR dr Dharma SpBP-RE menyebutkan, secara statistik kematian penderita akibat luka bakar masih tinggi.

Kalaupun sembuh ujarnya, kondisi korban dengan komplikasi kontraktur perlengketan jaringan kulit atau otot yg memyebabkan gerakan terbatas.

Ini disebabkan karena penanganan yg tidak tepat sehingga komplikasi terjadi.

Beriring perjalanan waktu kunjungan penderita luka bakar makin meningkat di RSUD HM Ansari Saleh khususnya

Saat ini kesiapan tenaga sudah ada biarpun belum optimal, karena seiring berjalannya “burn center” tentunya tenaga juga harus terus ditingkan baik jumlah maupun skill dalam penangan pasien luka bakar.

“Tadi (kemarin,red) dilakukan inhouse training tenaga medis spesialis bedah plastik ada 2 orang, dengan konsultan luka 1 orang saya sendiri.

Perawat khusus luka bakar ada 14 orang yang masih ditingkatkan lagi kedepannya,” ujar Dharma.

Burn Center sudah disiapkan yg statusnya berada di satu level dengan ICU atau lebih tepatnya HCU (High Care Unit) di lantai 4 dekat dengan IBS(Istalasi Bedah Sentral).

“Saat ini tersedia 6 tempat tidur dengan 2 Ruang isolasi dan 1 kamar mandi untuk membersihkan/ mencuci pasien luka bakar,” jelasnya. (adv/K-2)