Iklan
Iklan
Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Keroyok Pedagang Durian, Tiga Pengamen Diringkus Tim Buser Banjarmasin Selatan

×

Keroyok Pedagang Durian, Tiga Pengamen Diringkus Tim Buser Banjarmasin Selatan

Sebarkan artikel ini
Tiga tersangka pengeroyokan diamankan polisi. (Kalimantanpost.com/Repro Polsek Banjarmasin Selatan)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tiga dari empat pengamen pelaku pengeroyokan terhadap Amran Sanusi (52 warga Jalan KS Tubun Gang Papadaan RT 04 Banjarmasin Selatan diamankan anggota Buru Sergap (Buser) Polsekta Banjarmasin Selatan.

Ketiga pelaku pengeyorokan terhadap pedagang durian yakni Mukyadi alias Mumul (26), Syahrudin alias Udin (28), M Wahyudi alias Oloy (23) diamankan secara terpisah dan waktu berbeda oleh anggota Buru Sergap (Buser) Polsekta Banjarmasin Selatan.

Android

Satu orang lainnya berinisial AG masih buron dan dalam pengejaran polisi.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Agus Sugianto melalui Kanit Reskrim, Iptu Sudirno , membenarkan telah mengamankan para tersangka pengeroyokan dan dikenakan pasal 170 KUHP.

Dimana pertama kali diamankan Mumul dan Udin warga Jalan Teluk Kelayan Banjarmasin Selatan, keduanya ditangkap saat berada.di Jalan Teluk Kelayan Banjarmasin Selatan, Senin (20/11/2023).

Selanjutnya anggota kembali mengamankan Olloy warga Jalan Teluk Kelayan RT 01 Banjarmasin Selatan, dia ditangkap saat berada di Jalan Manggis samping Kantor Mapolresta Banjarmasin, Senin (27/11) lalu

Ketiganya ini telah melakukan penganiayaan dengan cara mengeroyok Amran Sanusi (52), warga Jalan KS Tubun Gang Papadaan RT 04 Banjarmasin Selatan.

Peristiwa pengeroyokan itu berawal Mumul, Udin dan Olloy serta AG yang masih buron, mendatangi Amran yang sedang berjualan durian di Jalan KS Tubun Banjarmasin Selatan, Jumat Silam (17/11/2023).

Keempat orang ini.kemudian mengurung pedagang durian ini mana Olloy berada di depan, Udin dibelakang dan Mumul dibelakangnya lagi.

Selanjutnya AG dan Udin sempat bertengkar mulut dengan korban, karena saat itu para pengamen ini dalam kondisi mabuk minuman keras jenis alkohol dicampur hemaviton hingga tidak jelas apa yang didebatkan.

Amran kemudian masuk ke dalam warung dan mengambil sajam jenis pisau belati.

Baca Juga:  Polres Balangan Gelar Konfrensi Pers Akhir Tahun

Melihat itu, Oloy mengambil sajam yang dipegang Mumul.
Keempatnya kemudian menyusul masuk ke dalam warung itu. Saat itu Udin memegang senjata tajam terhunus ditangan kanannya begitu AG.

Merasa terancam, Amran langsung menyerang dengan sajam ke arah Mumul secara bertubi-tubi,

Lalu, pedagang durian ini memeluk Olloy dan menusuk kearah punggung belakang sebanyak tiga kali.

Amran juga menjadikan Olloy sebagai, perisai badan sehingga para tersangka tidak bisa menyerangnya.

Olloy berontak sehingga posisinya berputar saat itulah Mumul langsung menarik tubuh Amran dan mempitingnya, dari belakang, lalu Oloy dan AG sempat menusuk Amran.

Tak ingin bulan-bulanan pengeroyokan, Amran berusaha membela diri dengan menusuk pergelangan tangan Mumul.

Merasa kewalahan menghadapi keempatnya, Amran berusaha kabur dengan berlari ke jalan raya dan pisaunya terjatuh.

Keempat pengamen ini tk membiarkan Amran kabur dan mengejarnya. Mumul mengambilnya sambil terus mengejarnya. Kemudian Oloy dan AG menusuk korban lagi, sedangkan Mumul menusuk kaki Amran.

Pelaku lainnya, Udin tidak menyeret korban ketika korban terjatuh ke aspal.

Atas pengeroyokan itu, Amran kemudian melaporkan ke Kantor Polsek Banjarmasin Selatan.

Adanya laporan dari Amran, tiga tersangka dapat diringkus dan satu tersangka lainnya masih belum diketahui keberadaannya. (fik/KPO-3)

Iklan
Iklan