Beberapa Kabupaten/Kota Realisasi Pendapatan 2023 di Bawah 80 Persen

Banjarmasin, KalimantanPost.com – Realisasi pendapatan maupun realisasi belanja, masih ada beberapa kabupaten/kota di Kalsel, yang masih belum mencapai target

Meski secara umum, realisasi pendapatan APBD dan realisasi belanja APBD Kalimantan Selatan (Kalsel) terbilang mengalami peningkatan sampai dengan 30 November 2023.

epala DJPB Kalsel, Syafriadi mengungkapkan, dalam hal pendapatan untuk sebagian sudah di atas target, dan untuk yang masih belum mencapai target, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan BPKAD, mendorong kinerja pemdanya untuk meningkatkan pendapatannya.

“Untuk datanya sudah kami share ke BPKAD. Dari data yang ada ini ada tiga daerah yang masih di bawah 90 persen, yaitu Tapin, Banjarbaru, dan yang terakhir itu Banjarmasin,” ungkap Syafriadi, Rabu (27/12).

“Sementara untuk daerah yang lainnya sudah diatas 90 persen, bahkan sudah ada yang ingin mencapai 150 persen, untuk Tanah Bumbu dan Balangan itu sudah sangat bagus sekali,” lanjutnya.

Diketahui, untuk realisasi pendapatan APBD yang masih di bawah 90 persen masih ada tiga kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tapin diangka 79 persen, lalu Kota Banjarbaru diangka 70 persen, dan yang terakhir yaitu Kota Banjarmasin diangka 61 persen.

Sementara untuk realisasi belanja APBD Kalsel 2023, lanjut Syafriadi, sudah ada beberapa daerah yang pencapaiannya sudah bagus, seperti Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah hampir seratus persen, namun untuk dibeberapa daerah masih terbilang masih cukup jauh dari target.

Namun demikian, pihaknya masih terus berupaya untuk mendorong agar mempercepat pencapaiannya, khususnya untuk daerah tiga terbawah, yaitu Kota Banjarbaru yang masih diangka 69 persen, lalu diikuti dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang masih diangka 67 persen, dan yang terakhir adalah Kota Banjarmasin yang masih diangka 67 persen.

“Jadi kami bersama dengan teman-teman di KPPN dan juga pemda terus berkomunikasi untuk mendorong daerah tersebut supaya bisa cepat di atas 90 persen,” ucapnya.

Sedangkan dari sisi pendapatan negara, realisasi pendapatan negara telah mencapai 21,28 triliun atau sebesar 114,42 persen, tumbuh 23,35 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Ditambahkannya, kontribusi terbesar dari pendapatan negara tersebut berasal dari penerimaan perpajakan terutama PPN dan PPh.

Tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan berasal dari sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 32,0 persen.

Berita Lainnya
1 dari 3,073

Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 28,8 persen, dan sektor pengangkutan sebesar 14,4 persen.

“Secara komulatif, seluruh sektor utama tumbuh positif kecuali sektor pertanian, Kehutanan dan Perikanan.

Pertumbuhan tertinggi adalah sektor Pengangkutan dan Pergudangan yang tumbuh 70,85 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Syafriadi didampingi Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, Syasinar dan Kepala Kanwil DJKN Kalsel, Kusumawardhani.

Lalu, total penerimaan negara yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan sampai dengan 30 November 2023 sebesar 5,60 triliun.

Penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp420,58 miliar dan penerimaan lainnya 5,6 triliun.

“Tantangan yang dihadapi terkait penerimaan dari Perdagangan Internasional adalah turunnya volume ekspor komoditas CPO dan turunannya. Jika dilihat dari posisi Neraca Perdagangan, sampai saat ini masih surplus sebesar US$1.097,99 juta, meningkat 40,80 persen.

Peningkatan ini karena ekspor lebih tinggi dari impor,” ucapnya.

Kontribusi kenaikan ekspor sebesar 38,65 persen, sedangkan impor hanya naik sebesar 27,38 persen. Kenaikan ekspor ini terjadi karena adanya kenaikan volume ekspor dari produk batubara.

Selanjutnya, jelas Syafriadi, pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi penerimaannya telah mencapai Rp1,63 triliun atau 121,70 persen dari target, tumbuh 31,18 (yoy). Penerimaan terbesar dari pendapatan Jasa transportasi, komunikasi, dan informatika sejalan dengan mobilitas dan confidence masyarakat yang cukup tinggi.

Realisasi penerimaan BLU menyumbang sebesar Rp435,04 miliar atau 26,74 persen dari total realisasi PNBP. Realisasi ini disumbang dari BLU Rumah Sakit Bhayangkara, Universitas Lambung Mangkurat, dan Poltekes Banjarmasin.

Dukungan APBN untuk pemberian subsidi di wilayah Kalimantan Selatan antara lain Subsidi Pupuk, Subsidi Beras, Subsidi Listrik, dan Subsidi BBM.

Realisasi Subsidi Pupuk telah tersalur 55.429,95 ton terdiri dari Urea, NPK, dan NPK Kakao. Subsidi Beras telah tersalur 15.476,09 ton,
sedangkan untuk bantuan pangan telah terealisasi sebesar 9.815,96 ton kepada 199,276 Keluarga Penerima Manfaat.

Subsidi listrik di wilayah Kalsel terealisasi sebesar Rp1.456,85 miliar. Subsidi BBM & LPG yang terdiri dari Pertalite sebesar 495.009 Kilo Liter dan Solar JBT (Jenis BBM Tertentu) 213.763 Kilo Liter, serta subsidi untuk LPG 3 kg (PSO) 99.316 Metrik Ton. (ful/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya