Kandangan, KP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menugaskan 31 orang Da’i Penggerak Daerah Terpencil. Ketua MUI Kabupaten HSS Ustaz Jamhari Muhdin mengukuhkan para da’i tersebut, Senin (12/2/2024) lalu di Pendopo Bupati.
Da’i dikirim ke daerah terpencil dan daerah rawan keagamaan, untuk melaksanakan penyuluhan keagamaan melalui ceramah, kultum pelatihan, dan pengajian rutin dengan materi utama tauhid, fiqih, dan tasawuf. Serta, pembelajaran Alquran dan bimbingan salat.
Masing-masing da’i juga akan menjadi imam salat, di musala atau masjid wilayah penempatan.
Pj Bupati HSS Hermansyah mengucapkan terima, kepada MUI yang secara rutin menugaskan da’i ke daerah terpencil.
Ia mengatakan, Pemkab HSS akan terus memberikan dukungan, kepada program yang sangat positif tersebut dalam membesarkan syiar agama islam.
“Terima kasih juga atas kesediaan para da’i, bertugas sebagai penggerak daerah terpencil, yang mungkin juga daerah rawan keagamaan,” ucap Pj Bupati HSS.
Menurutnya, keberadaan para da’i bisa mendukung serta melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.
Wilayah penugasan para da’i meliputi beberapa kawasan pedalaman di HSS baik rawa dan pegunungan.
Setiap bulan da’i diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan kepada Komisi Ukhuwah Islamiyah Dan Pengembangan Masyarakat MUI HSS.
MUI HSS memberikan insentif sesuai dengan tingkat kesulitan medan dan wilayah yang dihadapi. Tingkat kesulitan rendah diberikan insentif sebesar Rp 1,2 juta, tingkat sedang Rp 1,4 juta dan tingkat tinggi sebesar Rp 2 juta. (tor/K-6)















