Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Muslim Itu Menjaga Salatnya!

×

Muslim Itu Menjaga Salatnya!

Sebarkan artikel ini

Ditulis : David Rizky Saputra (Mahasiswa Universitas Islam Madinah)

Salat merupakan perkara yang sangat agung dalam islam, dan salat merupakan rukun islam ke dua setelah dua kalimat syahadat.

Barangsiapa yang menjaga nya maka dia telah menjaga agamanya, dan barangsiapa yang melalaikannya maka ia telah melalaikan agamanya.

Salat merupakan layaknya sebuah tiang pada agama ini, jika sebuah bangunan tanpa adanya tiang maka bangunan tersebut tidak akan tegak, tiang tersebut adalah salat.

Seorang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ia meneladani Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam yang menunaikan salatnya dengan keimanan didalam hatinya yang menerangi hatinya didunia dan akhirnya dan menjadi penyejuk hati dan jiwa.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat memiliki waktu yang telah ditetapkan bagi orang beriman.” (QS. An Nisaa’: 103)

Bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan waktu yang telah di tetapkan untuk salat, sehingga untuk itu kita salat pada waktu yang telah Allah Ta’ala tetapkan. Maka seharusnya setiap muslim untuk mengagungkan akan diwajibkannya salat ini antara dia dan Rabb-Nya.

Kita lihat bagaimana para Nabi-nabi terdahulu akan penting nya menjaga salat ini. Allah Ta’ala sebutkan kisah nya dalam Al Qur’an di beberapa ayat. Salah satunya kisah Nabi Ibrahim Alaihi sallam.

Allah Ta’ala berfirman,

…رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ

Artinya : “Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat…” [Qs. Ibrahim : 37]

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

Artinya : “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [Qs. Ibrahim : 40]

Baca Juga:  Banting Tulang Segarkan Pariwisata Indonesia

Ini menunjukkan akan agungnya ibadah salat ini sampai Nabi Ibrahim ‘Alaihi sallam mendoakan agar anak cucunya orang-orang yang melaksanakan salat.

Maka ketika kita sedang dalam perjalanan baik itu berkendara ataupun menggunakan pesawat dan lain sebagainya, ketika adzan berkumandang segera menepikan kendaraan kita untuk melaksanakan salat di masjid pada waktunya.

Karena yang paling utama adalah salat di awal waktu, sebisa mungkin kita untuk shalat tepat pada awal waktunya.

Ketika seorang menjaga salat, lalu apa yang dia dapatkan dari mengerjakan salat ini?

Berikut 5 alasan mengapa salat sangat penting untuk seorang muslim!

  1. Janji Allah Untuk Memasukkannya Ke Surga-Nya

Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ

Artinya : “Lima shalat yang telah Allah Ta’ala wajibkan kepada para hamba-Nya. Siapa saja yang mendirikannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala untuk memasukkannya ke dalam surga. Sedangkan siapa saja yang tidak mendirikannya, dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala. Jika Allah menghendaki, Dia akan Menyiksanya. Dan jika Allah Menghendaki, Allah akan memasukkan ke dalam surga.” [HR. Abu Dawud no. 1420, An-Nasa’i no. 426 dan Ibnu Majah no. 1401, shahih]

Begitu besarnya pahala yang didapatkan oleh seorang yang melaksanakan salat lima waktunya.

  1. Penggugur dosa-dosa

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟

Baca Juga:  Solusi Hakiki Menyelesaikan Konflik Agraria

Artinya : “Bagaimana pendapatmu jika di depan pintu rumahmu ada sungai, lalu Engkau mandi sehari lima kali? Apakah tersisa kotoran di badannya?”

Para sahabat menjawab,

لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ

Artinya : “Tidak akan tersisa kotoran sedikit pun di badannya.”

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

Artinya : “Itu adalah permisalan untuk shalat lima waktu. Dengan shalat lima waktu, Allah Ta’ala menghapus dosa-dosa (kecil).” [HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at berikutnya, adalah penggugur dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar ditinggalkan.” [HR. Muslim no. 233]

Kuncinya adalah selama kita tidak mengerjakan dosa-dosa besar.

  1. Mencegah Dari Perbuatan Keji Dan Mungkar

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” [QS. Al-‘Ankabuut : 45]

Tentu ini sesuai dengan kualitas salat seseorang, ketika ia khusyuk dalam salat menghadirkan hatinya mengharap Allah Ta’ala dan kuatnya iman dalam hati yang mencegah ia dari perbuatan keji dan mungkar.

Jika salat kita tidak mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar maka instrospeksi pada diri kita, pasti ada yang salah pada diri kita ini hingga salat yang kita laksanakan tidak mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar.

  1. Sebagai Penolong Kita Di Dunia Dan Akhirat

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya : “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” [QS. Al-Baqarah : 45]

Diriwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ، صَلَّى

Baca Juga:  JADWAL SHALAT

Artinya : “Dulu jika ada perkara yang menyusahkan Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam beliau mendirikan shalat.” [HR. Abu Dawud no. 1420]

Ketika kita dalam keadaan susah, genting maka dirikanlah salat, minta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar diberikan petunjuk. Dalam hal ini makanya ada syari’at salat istikharah dalam islam.

  1. Pembeda Muslim Dan Kafir
    Dalam hadis,
    وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ

Artinya : Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 82]

Pembeda kita dengan orang kafir adalah salat, salat adalah kunci seorang muslim, maka harus kita jaga salat ini dengan baik.

Salat ini hanya sebentar saja, dari waktu 24 jam yang kita miliki mungkin hanya 1-2 jam saja, bahkan bisa kurang dari pada itu, masa kita tidak bisa meluangkan waktu sebentar saja untuk salat?

Jadikan kaedah agar kita selalu semangat dan ingat akan salat, “mungkin ini adalah salat terakhirku” agar seorang selalu ingat bahwa ini salat terakhir kita setelah itu kita mati. Dan ini bisa menjadikan seorang khusyuk dalam salatnya.

Tentu masih banyak lagi keutamaan dan alasan mengapa salat itu penting bagi seorang muslim, mungkin disebutkan di lain kesempatan InsyaaAllah.

Semoga Allah menjaga kaum muslimin semuanya dan menghiasi takwa dalam hatinya dan memperbaiki segala urusan dan memohon ampin kepada Allah dari segala dosa dan memperhatikan dan mengagungkan salat serta mentaati semua perintah Allah Ta’ala dan meninggalkan segala larangan-Nya. Aamiin

Wallahu ‘alam

Madinah Al Munawwarah, 7 Syawwal 1445 H / 16 April 2024

Iklan
Iklan