Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OLAHRAGA

Portugal Dihadang Kokohnya Benteng Perancis di Perempatfinal Piala Eropa 2024

×

Portugal Dihadang Kokohnya Benteng Perancis di Perempatfinal Piala Eropa 2024

Sebarkan artikel ini
Babak perempat final Piala Eropa 2024 Portugal vs Perancis. (Antara)

JERMAN, Kalimantanpost.com – Duel tak kalah serunnya antara juara dua kali, Perancis melawan juara satu kali Portugal dalam laga perempat final Piala Eropa 2024 di Volksparkstadion, Hamburg, pada Sabtu (6/7/2024) dini hari pukul 02.00 WIB nanti.

Berdasarkan statistik empat laga sebelumnya, Portugal menduduki tempat tertinggi di antara delapan perempat finalis Euro 2024 termasuk Perancis karena unggul dalam jumlah umpan terkirim, penguasaan bola, volume serangan, dan jelajah lapangan.

Selecao juga mengungguli Les Bleus dalam jumlah gol, penciptaan peluang, dan efektivitas tekel di daerah pertahanan sendiri. Prancis hanya unggul dalam akurasi umpan.

Portugal mencetak lima gol dan kebobolan dua gol, sedangkan Prancis mencetak tiga gol dan kebobolan satu gol. Selecao juga unggul dalam jumlah serangan, yakni 306 melawan 232. Mereka membuat 74 peluang yang 21 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Prancis membuat 69 peluang yang 21 di antaranya tepat sasaran.

Tapi sepak bola bukan cuma tentang menyerang dan mencetak gol, tetapi juga tentang pertahanan. Nah, dalam soal ini Prancis jago sekali.

Padahal, Cristiano Ronaldo cs selalu kesulitan menghadapi tim-tim yang memiliki pertahanan solid. Mereka hampir dijegal Republik Ceko kalau bukan berkat gol bunuh diri Robin Hranac dan gol Francisco Conceicao pada menit tambahan babak kedua.

Portugal baru agak nyaman ketika menaklukkan Turki 3-0, tapi kembali kesulitan menembus tim yang memiliki pertahanan rapat hingga menyerah 0-2 kepada Georgia yang membangun benteng pertahanan yang tangguh.

Dalam babak 16 besar, Portugal kembali ditantang tim dengan pertahanan solid dan mengandalkan serangan balik, Slovenia. Mereka nyaris tersisih lebih cepat jika saja kiper Diogo Costa tak mementahkan semua dari tiga tendangan penalti Slovenia.

Baca Juga:  Tim Voli Putra Indonesia Hajar Filipina 3-0 di SEA V League 2023

Kini, mereka menghadapi tim yang selain kuat dalam bertahan, tapi jauh maut dalam melancarkan serangan balik.

Tim asuhan Didier Deschamps memang tumpul di muka gawang, tapi lini-lini permainannya yang lain menjadi jaminan bakal frustrasi lagi pendukung Selecao karena melihat timnya kesulitan mengoyak pertahanan lawan, dan bahkan kesulitan mendapatkan ruang tembak ideal.

Tapi jika melihat dua pertemuan terakhir antara kedua tim dalam Piala Eropa, Portugal yang juara Euro 2016 tak pernah kalah dari Prancis. Kedua tim total sudah bertemu lima kali dalam ajang Euro.

Deschamps yang pragmatis tidak terlalu peduli lini serangnya disebut tumpul. Dia hanya peduli bagaimana memenangkan Prancis yang sudah dua kali menjuarai Piala Eropa.

Kendati dihuni para penyerang oportunis, khususnya Kylian Mbappe, baru tiga gol yang dicetak Perancis. Satu gol dari penalti Mbappe, sedangkan dua lainnya merupakan gol bunuh diri termasuk dari bek tengah Belgia Jan Vertonghen yang membawa Les Blues ke perempat final.

Deschamps dan tim tak peduli karena yang mereka pedulikan bagaimana caranya menang, dan sekaligus menjaga diri tidak kebobolan.

Perancis memang memiliki bekal kuat di lini tengah dan belakang, yang piawai meredam lawan.

Walau sudah ditinggalkan Raphael Varane dan Hugo Lloris, Perancis tetap sekuat dulu. Kehadiran kiper AC Milan Mike Magnan, bek tengah Bayern Munchen Dayot Upamecano dan bek tengah Arsenal William Saliba, membuat lini pertahanan Les Bleus tak berkurang kekuatannya.

Buktinya, dalam empat laga Euro 2024 terdahulu mereka hanya sekali kebobolan dari penalti Robert Lewandowski.

Lini belakang Prancis yang ditunjang ketangguhan lini tengahnya bakal menyulitkan Portugal yang agresif dalam semua lini, termasuk bek tengah Ruben Dias yang acap membantu serangan, apalagi dua bek sayapnya yang tak bisa diam cuma di wilayah alaminya.

Baca Juga:  Tim Voli Putra Indonesia Ditantang Vietnam di Semifinal Usai Hajar Kamboja 3-0

Berbeda dari Ceko, Georgia, dan Slovenia, Prancis memiliki penyerang-penyerang yang bisa membuat Portugal lebih merana, walau duet Dayot Upamecano-William Saliba juga bisa merana karena kuartet serang Portugal pimpinan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo sudah membuat sejarah dalam Piala Eropa, dengan tampil dalam enam Piala Eropa dan mencetak total 14 gol atau terbanyak sepanjang masa.

Dia sudah menyatakan Euro 2024 adalah Piala Eropa terakhirnya. Dia tentu tak ingin Piala Eropa terakhirnya ini berakhir tragis tanpa menciptakan gol.

Tapi Ronaldo akan terus mencoba seperti saat dia memutuskan tetap menjadi salah satu penendang adu penalti kala melawan Slovenia, walau tendangan penalti pada waktu normalnya digagalkan Jan Oblak.

Sikap ngotot Ronaldo ini adalah juga sikap mental Kylian Mbappe, yang mengidolakan Ronaldo. Bintang Piala Dunia 2018 dan 2022 itu juga berusaha terus mencoba.

Persaingan antara dua pemain dari dua generasi berbeda ini sendiri, dalam mengakhiri kemandulan mereka selama Euro 2024, sudah merupakan atraksi menarik lain dalam pertandingan di kandang Bayern Muenchen ini.

Masih menggunakan pola 4-2-3-1, Roberto Martinez memiliki skuad yang semua anggotanya siap diturunkan. Tapi dia cenderung mempertahankan sebelas pemain pertama yang sama ketika mengantarkan Portugal ke perempat final.

Ronaldo yang sudah melepaskan total 20 tembakan ke gawang, kembali memimpin unit serang Selecao di depan trio gelandang serang; Rafael Leao, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva.

Joao Palninha dan Vitinha tetap menjadi pengatur permainan Selecao sebagai dua jangkar di lapangan tengah, sedangkan duet Pepe dan Ruben Dias berdiri vertikal di belakang dua gelandang tengah itu, dengan tugas utama melindungi kiper Diogo Coasta.

Nuno Mendes di kiri dan Joao Cancelo di kanan, akan aktif di kedua sayap pertahanan yang sekaligus membantu tim dalam menyerang.

Baca Juga:  Paman Birin Cetak Gol Spektakuler Ala Lionel Messi

Di sisi lain, Deschamps juga sepertinya tak berhasrat mengubah susunan pemain Prancis yang mencampakkan peringkat tiga Belgia dari Euro 2024.

Namun dia tak bisa menurunkan Adrien Rabiot yang terkena larangan bermain akibat akumulasi dua kartu kuning.

Eduardo Camavinga atau Antoinne Griezmman bisa menjadi pengisi tempat yang ditinggalkan Rabiot, untuk mengapit Aurelien Tchouameni di tengah dan N’Golo Kante di kanan, sebagai trio gelandang tengah yang menjadi poros permainan Les Bleus dalam pola 4-3-3.

Trisula serangan tetap diisi Mbappe di sayap kiri, Marcus Thuram di tengah, dan Ousmane Dembele di kanan, sementara Theo Hernandez, William Saliba, Dayot Upamecano dan Jules Kounde menjadi kuartet lini belakang yang memastikan penjaga gawang Mike Maignan tak disentuh pemain-pemain ortugal.

Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Jerman atau Spanyol dalam semifinal di Allianz Arena, Muenchen, Rabu dini hari pekan depan pukul 02.00 WIB. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan