Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN
Setelah berpuasa, maka tumbuh rasa persaudaraan sesama muslim, apalagi jika bisa dapat membentuk diri umat Islam menjadi rasa bersaudara, maka pasti merasakan apa sakit saudara juga dirasakan. Jika mereka setelah bulan puasa mendapatkan cobaan dari Allah, khususnya yang berkaitan dengan keuangan, pasti juga merasakannya, seperti dijelaskan hadis Nabi Muhammad SAW, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)”. (Bukhari dan Muslim). “Permisalan seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti bangunan yang menguatkan satu sama lain”.
Setelah umat Islam berpuasa, maka akan hadir satu hari yang disebut hari Raya Idul Fitri, orang umum biasa menyebut hari Raya Idul Fitrah, karena pada waktu ummat diwajibkan membayar fitrah kepada umat Islam yang tidak mampu, sehingga hari itu semua umat Islam bergembira, karena masing-masing dapat merasakan suatu hari yang disebut hari dengan pakaian yang serba baru, makanan serba enak dan cukup. Yang tidak mampu tentu berharap mendapatkan dari tetangga, keluarga yang kaya memberi lewat zakat tersebut. Zakat didefinisikan sebagai pemberian sebagian aset tertentu yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim yang berakal sehat, baligh, Berdasarkan Surat At-Taubah ayat 60, delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat fitrah adalah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (budak), gharim (berhutang), fi sabilillah (pejuang), dan ibnu sabil (musafir). Fakir dan miskin adalah prioritas utama karena kebutuhan mendesak untuk makanan, pakaian, dan tempat tinggal sesuai dengan syariat Islam. Zakat terdiri dari dua kategori yaitu zakat fitrah dan zakat mal yang juga dikenal sebagai zakat benda. Dalam hal ini penulis mencoba membahas tentang zakat fitrah terhadap penerimanya, zakat fitrah sendiri adalah zakat individual yang harus dibayar oleh umat muslim sebelum Idul Fitri yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Faedah utama membayar zakat fitrah adalah menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kotor, serta memberi makan fakir miskin agar mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan Idul Fitri. Zakat ini juga berfungsi menyempurnakan ibadah Ramadhan, membersih kan harta, dan menumbuhkan rasa solidaritas sosia
Berikut adalah rincian faedah mengeluarkan zakat fitrah : 1. Penyucian jiwa dan diri. Membersihkan diri dari perbuatan sia-sia, perkataan kotor, dan dosa selama Ramadhan; 2. Penyempurna ibadah puasa. Melengkapi kekurangan dalam ibadah puasa dan menjadikannya lebih sempurna; 3. Kepedulian sosial (berbagi kebahagiaan). Membantu kaum fakir dan miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan cukup makanan; 4. Membersihkan dan memberkahi harta. Sebagai wujud rasa syukur dan menjaga harta agar lebih berkah; 5. Mempererat ukhuwah. Menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antar sesama umat muslim; 6. Ketaatan kepada Allah. Bukti ketaatan dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.











