BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dikawal polisi, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak menuju Gedung DPRD Kalsel kembali, Jumat (19/6/2026).
Datangnya massa aksi hari ini, tentunya kembali menyampaikan tuntutan yang telah disampaikan pada aksi pertama pada Senin (15/6/2026).
Adapun tuntutannya pertama evaluasi menyeluruh program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Terdiri dari moratorium sementara untuk evaluasi, menyeluruh, transparansi dan akuntabilitas hasil evaluasi, menolak praktik oligarki dan konflik kepentingan, mengutamakan pemberdayaan ekonomi rakyat, pengembalian fokus program sesuai amanat regulasi, serta audit publik dan pengawasan berkala.
Tuntutan kedua mendesak pemerintah pusat untuk melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memperhatikan perekonomian rakyat.
Ketiga mencobot revisi Undang-Undang (UU) Polri dan mendesak agar melakukan reformasi polri secara menyeluruh.
Terakhir mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK beserta jajaran anggota dewan terlihat langsung menemui massa aksi tak lama setelah mereka tiba dan berorasi ke lokasi aksi.
Hingga saat ini, unjuk massa masih berlangsung dan secara bergantian berorasi menyampaikan aspirasi di depan anggota DPRD Kalsel yang bersedia menemui massa.(ham/KPO-3)















