Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Mahasiswa KKN Turut Tanggulangi Persoalan Sampah di Banjarbaru dan Tanah bumbu

×

Mahasiswa KKN Turut Tanggulangi Persoalan Sampah di Banjarbaru dan Tanah bumbu

Sebarkan artikel ini
1 15 klm 55 cm Penanganan sampah

Banjarbaru, KP – Berdasarkan data tahun 2025, timbulan sampah di Kota Banjarbaru mencapai sekitar 199 ton per hari, sedangkan Kabupaten Tanahbumbu sekitar 198 ton per hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Kalimantan Post

Sebanyak 534 mahasiswa akan diterjunkan ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanahbumbu selama 30 hari.

Sebelum melaksanakan KKN (kuliah kerja nyata), para mahasiswa mendapatkan pembekalan yang memadukan teori dan praktik lapangan agar memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan sampah.

Pada tahun 2026 ini melalui KKN Tematik Lingkungan Hidup harapannya lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, dan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan pelaksanaan KKN Tematik Lingkungan Hidup menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Menurut Rahmat, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Kalimantan Selatan sehingga penyelesaiannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber, mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, memperkuat peran bank sampah dan TPS3R, serta mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Rahmat.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh – sungguh, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta meninggalkan program yang berkelanjutan agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat setelah KKN berakhir.

Baca Juga :  Pemprov Kalsel Gelontorkan Bantuan Pertanian 4,071 Miliar ke Tala

“Dengan pembekalan mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan sehingga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif,” katanya.

Selain melibatkan mahasiswa, keterlibatan langsung masyarakat juga menjadi terget DLH Kalsel. Melalui program pilah sampah berhadiah bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah. Menggelar kegiatan Pilah Sampah Dapat Sembako di Bank Sampah Desa Sungai Rangas.

Para warga yang membawa sampah yang telah dipilah dari rumah dapat ditukarkan dengan paket sembako. Sampah yang disetorkan terdiri atas kardus, kertas duplek, botol plastik, plastik keras dan plastik lemah, kaleng aluminium, rak telur, serta minyak jelantah.

“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui penukaran sampah dengan sembako, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Rahmat.

Selama pelaksanaan kegiatan, total sampah yang berhasil terkumpul mencapai 431,85 kilogram. Seluruh sampah tersebut selanjutnya akan dikelola melalui mekanisme bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomis dan tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Rahmat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya menjadi agenda tahunan atau bulanan, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

“Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan akan semakin meningkat sekaligus mendukung pengurangan timbulan sampah,” ucapnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan