BANJARMASIN, Kalimantanpost.com — Atmosfer kebanggaan dan semangat kemahasiswaan memenuhi ruang Studio Adijani Al Alabij, Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), pada Sabtu (27/6/2026) siang. Gelaran bergengsi tahunan, Grand Final Pemilihan Duta Kampus UMBJM Tahun 2026, sukses diselenggarakan dengan meriah dan penuh antusiasme. Acara ini bukan sekadar ajang unjuk pesona fisik, melainkan sebuah panggung pembuktian kapasitas intelektual, bakat, dan karakter unggul para agen perubahan masa depan dari berbagai disiplin ilmu.
Mengusung tema besar “Membangun Citra, Menginspirasi Sesama“, perhelatan tahun ini dirancang khusus untuk mencari sosok mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Tema ini menjadi ruh dari setiap tahapan yang dilewati para peserta, menuntut mereka untuk mampu merepresentasikan citra positif institusi sekaligus menjadi sumber inspirasi yang nyata. Kemegahan tata cahaya di panggung berpadu dengan sorak-sorai dukungan dari ratusan mahasiswa masing-masing fakultas, menciptakan malam puncak yang tak terlupakan.
Sebelum mencapai acara puncak, proses panjang dan ketat telah dilalui oleh puluhan pendaftar dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UMBJM. Mereka harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang menguras tenaga dan pikiran, mulai dari tes tertulis, wawancara mendalam, uji bakat, hingga masa karantina pembekalan. Proses seleksi yang komprehensif ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka yang lolos adalah individu-individu terbaik dengan kelayakan moral dan intelektual sebagai representasi universitas.

Dari puluhan peserta yang berlaga di babak penyisihan, hanya 12 grand finalis terpilih yang berhak melangkah ke panggung kehormatan malam itu. Di hadapan dewan juri yang terdiri dari para pakar, akademisi, dan praktisi, kedua belas mahasiswa ini diuji ketajamannya dalam sesi tanya jawab dan public speaking. Pertanyaan yang diajukan mencakup wawasan kebangsaan, isu-isu sosial terkini, kepemudaan, hingga pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi fondasi kampus.
Puncak ketegangan pecah saat pembawa acara bersiap membacakan hasil penilaian akhir dewan juri untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar bergengsi tersebut. Sorot lampu utama akhirnya jatuh kepada dua nama yang dinilai paling memenuhi kriteria paripurna. Ahmad Yogi Suryatama, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, serta Alya Atikah, mahasiswi cerdas dari Fakultas Farmasi, resmi dinobatkan sebagai Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Tahun 2026. Tepuk tangan riuh dan tangis haru menyertai penyematan selempang kebesaran kepada keduanya.
Kemenangan Ahmad Yogi Suryatama menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan. Dalam momen kemenangannya, Yogi memancarkan wibawa dan menyampaikan komitmennya untuk mengintegrasikan keilmuannya di bidang kesehatan dengan tugasnya sebagai duta. Ia meyakini bahwa seorang duta kampus harus mampu turun langsung ke lapangan, memberikan edukasi kesehatan, dan menjadi pelopor gerakan kepedulian sosial di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa UMBJM.

Senada dengan Yogi, Alya Atikah dari Fakultas Farmasi juga memukau dewan juri melalui advokasi dan visi misinya yang tajam. Alya menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam literasi kesehatan masyarakat serta pemberdayaan pemuda di era digital. Baginya, gelar Duta Kampus bukanlah sekadar mahkota atau status sosial, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi dan ruang strategis untuk mengedukasi masyarakat secara lebih luas.
Keberhasilan Yogi dan Alya mengungguli finalis lainnya tidak lepas dari wujud nyata tiga pilar karakter utama yang dicari oleh pihak universitas, yakni Religious, Active, and Smart. Karakter Religious menuntut mereka memiliki fondasi agama yang kuat dan akhlak mulia. Active bermakna kepedulian dan partisipasi nyata dalam dinamika sosial kemasyarakatan, sedangkan Smart merepresentasikan kecerdasan intelektual, kematangan emosional, serta kemampuan beradaptasi di tengah tantangan zaman.
Pihak rektorat dan pimpinan universitas yang turut hadir dalam malam penganugerahan tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan finalis. Dalam arahannya, ditekankan bahwa Duta Kampus adalah perpanjangan tangan institusi. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam mempromosikan nilai-nilai keunggulan UMB, menjalin relasi positif dengan masyarakat luar, serta aktif merancang program kerja inovatif yang memberikan dampak positif dan nyata bagi lingkungan sekitar.
Kini, babak baru telah dimulai bagi Ahmad Yogi Suryatama dan Alya Atikah selama satu tahun masa jabatan ke depan. Keduanya mengemban tugas menantang namun mulia untuk merealisasikan tema “Membangun Citra, Menginspirasi Sesama“. Dengan sinergi, deretan prestasi, dan kontribusi nyata, kehadiran Duta Kampus UMBJM 2026 diharapkan dapat membawa angin segar bagi perkembangan kemahasiswaan dan semakin mengukuhkan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin sebagai kampus pencetak generasi unggul yang mencerahkan semesta.















