Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Daya Beli Turun, Harga Telur Ayam Ras Anjlok

×

Daya Beli Turun, Harga Telur Ayam Ras Anjlok

Sebarkan artikel ini
8 4klm 6
Anjlok - Harga telur ayam ras di Banjarmasin anjlok di harga Rp18.000 per kilogram. Menurunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu alasan. (KP/Opiq)

“Iya, telur ayam kampung turun juga. Dua pekan sebelumnya masih Rp3.000, saat ini turun juga, hanya Rp2.000 per butir,” kata Burhan

BANJARMASIN, KP – Harga telur ayam ras di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Banjarmasin. Satu bulan yang lalu masih bekisar antara Rp23.000 – Rp 24.000 per kilogram, namun, hari ini hanya Rp 18.000 saja per kilogramnya.

Kalimantan Post

Seperti diungkapkan, Burhan, pedagang grosir dan eceran telur di Pasar Lama, Banjarmasin, jika harga telur ayam ras masih belum beranjak naik setelah turun sebulan lalu

“Sudah satu bulan ini telur ayam ras bertahan di harga Rp18.000 per kilo. Sebelumnya, cukup stabil harganya, antara Rp23.000 sampai Rp24.000 per kilo,” ujarnya, Kamis (14/10).

Meski harganya murah, kata Burhan, namun tak diiringi kenaikan jumlah pembelian di kiosnya. Menurutnya, daya beli masyarakat yang masih lemah menjadi salah satu alasan anjloknya harga telur ayam ras.

Bahkan, jika dibandingkan satu bulan lalu, omzet penjualan telur ayam ras di kios Burhan turun hingga 50 persen. “Sepi pembelinya. Mungkin perekonomian warga sedang sulit saat ini,” imbuhnya.

Disinggung kemungkinan peningkatan konsumsi telur ayam ras jelang persyaratan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam waktu dekat ini, Burhan justru merasa pesimis.

“Biasanya, kalau perayaan Maulid yang banyak dicari telur itik. Telur ayam malah jarang yang beli,” cetusnya.

Selain telur ayam ras, lanjut Burhan, telur ayam kampung mengalami hal yang sama. Harganya turun sampai Rp1.000 per butir.

“Iya, telur ayam kampung turun juga. Dua pekan sebelumnya masih Rp3.000, saat ini turun juga, hanya Rp2.000 per butir,” kata Burhan

Sedangkan harga telur itik, terpantau masih cukup stabil. Untuk eceran antara Rp2. 400 sampai Rp2.500 per butir. Dan Rp 2.100 per butir jika membeli secara partaian.

Sementara, mengutip Kompas. TV Banjarmasin, Kepala Dinas Perdagangan, Birhasani, menyebut, harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin mengalami penurunan harga. Bahkan, beberapa hari belakangan harga telur ayam ras menyentuh Rp20. 000 per kilogram.

Kondisi ini menurutnya sudah terjadi sejak 2 pekan terakhir, lantaran produksi yang dipasarkan ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terhambat akibat musibah banjir di beberapa daerah.

Ditambah lagi dengan lesunya permintaan pasar hingga berimbas pada kelebihan pasokan telur ayam ras yang melebihi kebutuhan masyarakat di Kalsel.

“Kalteng juga terhambat, karena banjir beberapa waktu lalu di sejumlah daerah di sana. Akibatnya, stok telur ayam ras di Kalsel stoknya banyak sekali,” ujarnya.

Di sisi lain, katanya, daya beli masyarakat juga turun yang sangat berpengaruh terhadap persediaan telur. “Tak hanya di Kalsel saja, bahkan di daerah lain di Indonesia juga mengalami hal yang sama, yakni tingkat daya beli yang turun di masyarakat,” ungkap Birhasani.

Sekadar diketahui, kebutuhan telur ayam ras untuk masyarakat di Kalsel hanya sebanyak 2.535 ton per bulannya. Sementara produksi telur ayam mencapai 5.550 ton per bulan.

Kondisi ini menyebabkan Kalsel memiliki kelebihan stok telur ayam ras hampir 50 persen dari kebutuhan, yang berpotensi merugikan para peternak. (opq) K-1)

Baca Juga :  Honda Trio Motor Pererat Kebersamaan dengan Warga Sungai Baru Lewat Penyaluran Hewan Kurban
Iklan
Iklan