Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

IKN Jadi Topik Seminar Milad ke 75 HMI

×

IKN Jadi Topik Seminar Milad ke 75 HMI

Sebarkan artikel ini
IMG 20220207 WA0005 scaled

Banjarmasin, KP – Ibu Kota Negara Baru (IKN) pembicaraan hangat dan itu menjadi ”Tangangan kota Banjarmasin sebagai gerbang ibu kota negara dalam polemik ibu kota negara baru”.


Hal tersebut menjadi seminar nasional dalam rangka peringatan milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke 75 tahun, di Balai kota, Sabtu (5/2/2022).

Kalimantan Post

Anggota komisi II DPR RI HM Rifqinizamy Karsayuda mengatakan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lokasi ibu kota negara, harus dimanfaatkan secara optimal oleh warga Kalimantan secara umumnya maupun masyarakat Kalsel secara khususnya.

Dan SDM terbaik di Kalimantan harus adaptif, sehingga bisa bersaing dengan SDM-SDM yang akan pindah ke IKN.

“Kondisi ini HMI jangan sampai jadi penonton saja. Mulai sekarang sudah banyak mempelajari potensi-potensi untuk menyambut IKN di Kalimantan Timur dimana Kalsel menjadi salah satu pintu gerbangnya,” katanya.

Ia juga menyinggung pariwisata sebagai ketertarikan dalam IKN nantinya seperti halnya kota Banjarmasin yang akrab dikenal dengan kota seribu sungai.

Dan dalam waktu dekat, pemko Banjarmasin gotong royong bersama pemerintah pusat untuk membenahi sungai-sungai yang ada di Kota Banjarmasin agar menjadi destinasi wisata sungai yang populer, setidaknya di tingkat Asia Tenggara, karena keunikan dan ciri khas yang tidak dimiliki kota-kota lain.

“Penduduk IKN nantinya diperkirakan sekitar 2,5 juta jiwa, tentu memerlukan tempat rekreasi, terdekat adalah kota Banjarmasin, nah peluang ini yang harus kita optimalkan,” ucap politisi PDI-Perjuangan ini.

Senada, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Kota Banjarmasin punya kawasan yang strategis, karena tepat berada di tengah pulau Kalimantan.

“Kota Banjarmasin harus berperan dalam perkembangan IKN, bukan tanpa alasan, Kota Banjarmasin sendiri punya sejarah panjang dalam perjalanan bangsa ini,” jelas Ibnu.

Baca Juga :  Pererat Ukhuwah di Bulan Suci, KKB Pusat dan KKB Banjarmasin Barat Gelar Buka Puasa Bersama

Tidak salah, sambungnya Kota Banjarmasin sebagai gerbang ibukota negara, sebab arus barang dan jasa yang paling dekat dari pulau Jawa menuju Kalimantan adalah melalui kota Banjarmasin.

“Secara tradisional, kota Balikpapan dan Samarinda punya ikatan kuat dengan kota Banjarmasin, sebab arus barang terutama sembako dipasok dari Kota Banjarmasin,” katanya.

Sementara satu penerima penghargaan sebagai peran memajukan pendidikan di Kalsel dalam Milad HMI, Dr. Afif Khalid, menyatakan, apresiasi dan syukur atas milad HMI yang ke 75 tahun.

Alumni HMI angkatan 10 di Malang ini, menyesuaikan dengan tema seminar, IKN yang tentunya harus dipersiapkan dalam menghadapi persaingan nantinya.

Misalnya sungai yang menjadi jalur tradisional dan diyakini potensialnya. Itu sejak sekarang harus dipersiapkan jangan sampai potensi besar ini diambil alih orang luar daerah.

“Saya harap peran HMI dan masyarakat di Kalsel sadar akan potensi karena wilayah startegis ini akan mengangkat perekonomian daerah dan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua HMI cabang Banjarmasin, Nurdin Ardalepa, mengaku siap menghadapi tantangan IKN yang tidak lama lagi akan menjadikan Kalsel sebagai salah satu pintu gerbang.
Oleh sebab itu, sebagai motivasi dan wawasan sengaja pihaknya dalam mengisi milad HMI tahun ini diadakan seminar yang memyangkut soal IKN.

Bagi Nurdin, IKN harus dipersiapkan dari sekarang dan ia tak ingin Banjarmasin ini menjadi seperti Betawi kedua. Artinya informasi soal IKN harus benar-benar diketahui dan dipersiapkan.

“Cukup Betawi saja lah yang sudah terjadi jangan terjadi lagi dengan kita. Oleh sebab itu kita perlu kesiapan matang dalam menyongsong perbedaan dalam IKN. Seminar tadi Alhamdulillah telah membukakan jalan ilmu pengetahuan dalam kaitannya persiapan IKN,” pungkasnya (fin/KPO-1)

Iklan
Iklan