Rantau, KP – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tapin menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting sekaligus penyepakatan rencana tindak lanjut audit kasus stunting Kabupaten Tapin tahun 2022. Bertempat di Aula kantor Bappelitbang Lantai II Kabupaten Tapin, Rabu (07/9/2022).
Rapat koordinasi dipimpin Kepala Bappelitbang Zainal Aqli sekaligus Wakil Ketua TPPS Kab Tapin dengan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Tapin Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Errani Martin, Kepala Dinas PPKB Hj Ahlul Jannah, Kepala Dinas Kesehatan Tapin Alfian Yusuf dan 3 Camat wilayah lokus Stunting.
Mewakili Ketua TPPS Zainal Aqli mengatakan, demenisi audit kasus stunting menindaklanjuti hasil dari pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Kalsel terkait percepatan dan penurunan stunting di Kabupaten Tapin.
“Sampai sejauh mana perkembangan pencegahan stunting di daerah dan Pencegahan yang sudah dilakukan,” jelasnya.
Selanjutnya juga menggandeng pihak ketiga untuk menjadikan Bapak Asuh Anak Stunting sebelumnya sudah dilakukan oleh Bupati Tapin HM Arifin Arpan dan kali ini Perusahaan PT Bhumi Rantau Energi yang bersedia menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.
“PT Bhumi Rantau Energi menjadi bapak Asuh Anak Stunting untuk tiga Kecamatan meliputi Kecamatan Lokpaikat, Bungur dan Piani,” sebutnya.
Berharap dengan adanya Bapak Asuh Anak Stunting memiliki peran penting untuk penanganan stunting di Kabupaten Tapin.
Sementara Ketua Ketua TP PKK Tapin Hj Ratna Ellyani yang juga bagian dari tim PPS, menyambut baik dengan adanya Bapak Asuh Anak Stunting dari kalangan Perusahaan PT Bhumi Rantau Energi.
“Karena semakin banyak Bapak Asuh Anak Stunting semakin cepat juga upaya penanganannya dan turun angka stunting di Tapin,” bebernya.
Berharap kepada perusahaan lainnya yang ada di Tapin agar dapat menjadi Bapak Asuh Anak Stunting Kabupaten Tapin, sehingga upaya pemerintah daerah untuk menurunkan kasus stunting yang saat ini mencapai 33 persen dapat turun menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.
Sementara itu, Corporate Affairs Section Head PT BRE, Zulkifli Muhtar mengatakan, selaku Bapak Asuh Stunting di Tapin mencoba berbagi dalam pencegahan stunting di Tapin dengan bersenergi pada program pemberdayaan masyarakat perusahaan. Itupun dilakukan fokus lukus stunting di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Lokpaikat, Bungur dan Piani.
“Salah satunya memberikan bantuan pemenuhan gizi berupa susu untuk balita dan susu bagi ibu hamil,” ujarnya.
Sebelumnya telah menyerahkan bantuan berupa alat ukur stunting dan timbangan.
Berharap dengan bantuan diberikan angka kasus stunting di Tapin dapat menurun dan tidak ada lagi terkena kasus stunting. (abd/K-6)















