Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Kiamat Sudah Dekat?

×

Kiamat Sudah Dekat?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ahmad Barjie B
Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Kalsel

Kiamat sudah dekat. Itulah ajaran atau lebih tepatnya doktrin yang disampaikan oleh seorang ‘kyai’ di sebuah desa Kabupaten Pororogo, Jawa Timur beberapa tahun lalu. Akibatnya, 20 keluarga atau 52 orang warga harus eksodus dari Ponorogo ke Malang. Menurut Bupati Ponorogo saat itu, Ipang Muchlissoni, warga terpengaruh dengan doktrin kiamat sudah dekat tersebut karena yang menyampaikannya seseorang yang dianggap memiliki ilmu agama dan tokoh agama, bahkan pengasuh sebuah pondok pesantren.

Kalimantan Post

Sang kyai mengajarkan doktrinnya dari rumah ke rumah sehingga banyak warga terpengaruh. Diyakinkannya bahwa di Ramadan tahun tersebut akan terjadi huru-hara dan peperangan, maka setiap orang warga harus menyiapkan diri dengan bekal pedang yang dibeli dari sang kyai seharga Rp1 juta. Camat Badegan, Ringga Iriawan menambahkan, kyai tersebut menyatakan pula akan terjadi kemarau panjang selama tiga tahun, karenanya warga harus menyiapkan 500 kilogram beras sebagai antisipasi. Akibatnya warga yang pindah tersebut harus menjual harta bendanya.

Menyikapi peristiwa ini, para pihak mengharapkan warga tersebut kembali ke kampung halamannya. Bupati Ponorogo juga meminta para ulama dan tokoh agama memberikan pengajaran yang benar kepada masyarakat, agar hal-hal seperti yang menimpa warganya tidak terulang.

Tanda Kiamat

Isu kiamat adalah isu yang selalu berulang dan berulang. Sudah sering isu kiamat dekat dimunculkan, baik di kalangan umat Islam maupun nonmuslim. Bahkan ada yang berani menentukan tanggal, bulan dan tahunnya. Tetapi setelah hari yang ditentukan berlalu dengan aman-aman saja, nyatalah isu kiamat hanya isapan jempol saja.

Tetapi tidak lama kemudian muncul lagi isu yang relatif sama, meskipun di lokasi dan dengan pencetus yang berbeda. Dan lagi-lagi ada masyarakat percaya, sebagaimana terjadi di Ponorogo, padahal Ponorogo terkenal dengan Pesantren Modern Gontor yang mengedepankan pikiran sehat rasional dengan ditopang ajaran agama yang kuat. Seharusnya masyarakat setempat menjadikan Pesantren Gontor tempat bertanya, bukannya mengikuti fatwa perorangan yang kapabilitasnya diragukan. Terlebih untuk urusan hari kiamat yang merupakan peristiwa besar yang sesungguhnya tidak seorang pun tahu kapan persis terjadinya.

Bagi umat Islam, percaya kepada hari kiamat termasuk dari Rukun Iman yang enam. Namun kapan persis waktunya tidak ada yang tahu. Suatu ketika Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah saw dan para sahabat dengan menyerupai seorang pemuda tampan. Ia bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan, semuanya dijawab Rasulullah dengan lancar. Tetapi ketika Jibril bertanya kapan hari kiamat, beliau menjawab diplomatis, bahwa yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.

Baca Juga :  SHOLAT TEPAT WAKTU

Hadis menyebutkan bahwa yang bisa diketahui dari kiamat adalah tanda-tandanya. Misalnya datangnya Dajjal, terjadinya banyak peperangan di muka bumi, terjadi banyak fitnah, kebenaran dan keburukan terbalik-balik, jumlah kaum perempuan lebih banyak daripada laki-laki, danau Tiberias di Israel mongering, datangnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa dan sebagainya.

Sebagian tanda di atas memang ada gejalanya seperti banyaknya fitnah dan berkurangnya debet air danau Tiberias, namun sebagian belum kelihatan, misalnya jumlah perempuan dan laki-laki masih berimbang. Juga menjadi tanda hari kiamat jika penggembala onta sudah tinggal di gedung-gedung mewah. Apakah ini menunjuk banyaknya warga Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait dan sebagainya yang dulu penggembala onta namun sekarang kaya raya dan tinggal di gedung-gedung megah, kita belum bisa memastikannya.

Nabi Muhammad SAW sendiri adalah penutup para nabi, dan zaman beliau diutus adalah akhir zaman. Artinya kiamat sebagai akhir dunia memang sudah dekat. Namun istilah ‘dekat’ antara hitungan dunia dengan akhirat berbeda. Ratusan dan ribuan tahun di dunia baru berbanding hitungan jam dan hari di akhirat, begitu seterusnya.

Dekatnya hari kiamat nanti juga ditandai dengan peperangan antara kaum muslimin dengan Yahudi Israil, yang akan dimenangkan oleh kaum muslimin. Menurut KH Zulkifli Muhammad Ali, yang sering dijuluki Ustadz Akhir Zaman, kaum muslimin bisa menang dalam peperangan tersebut karena persenjataan yang digunakan sudah bersifat manual-tradisional. Menjelang hal itu terjadi akan jatuh sebuah meteor raksasa ke bumi yang mematikan teknologi apa pun, termasuk terknologi persenjataan modern seperti pesawat tempur, senapan mesin, tank, rudal, bom dan sebagainya yang sekarang dimiliki Israel dan negara-negara pendukungnya.

Peperangan ketika itu hanya menggunakan pedang, panah, tombak dengan kendaraan kuda. Karena itu, Ustadz Akhir Zaman menyarankan para pemuda kita agar berolah raga dengan alat/sarana di atas, misalnya latihan bermain pedang (anggar), memanah, berkuda, berenang dan sebagainya, bukan sebagai persiapan berperang, melainkan untuk olahraga, karena olahraga ini disunahkan Nabi. Mengapa doktrin kiamat sudah dekat di Ponorogo itu juga mensyaratkan pemilikan pedang bagi warga, boleh jadi karena memahami kedudukan pedang dalam perang konvensional tersebut.

Perihal kemenangan kaum muslimin dalam perang melawan Yahudi-Israel di atas, menurut Dr KH Khalid Basalamah diakui oleh kaum Yahudi sekarang ini, karena ada haditsnya, tetapi mereka tenang-tenang dan tertawa saja. Sebab di saat kemenangan tersebut, kaum muslimin sudah bersatu, sehingga mereka kuat dan kompak, jemaah shalat Subuh saja melimpah seperti shalat Jumat. Sekarang ini realitasnya masih jauh panggang dari api, umat Islam masih berpecah belah, baik dalam satu negara maupun antarnegara, dan jemaah shalat lima waktu belum optimal. Masjid dan langgar masih kekurangan jemaah. Jangankan shalat berjemaah, komitmen untuk shalat saja masih lemah. Memang ada kalanya umat Islam hadir melimpah dan berjejalan dalam suatu acara keagamaan tertentu, tetapi bukan dalam shalat jemaah yang jelas-jelas diperintahkan dan diwajibkan dalam agama.

Baca Juga :  Banjir Banua: Momentum Refleksi Kebijakan Pembangunan

Tidak Produktif

Seyogyanya kepekaan dan kepercayaan kepada hari kiamat membuahkan kesadaran dalam beragama, dalam bentuk penguatan iman dan taqwa. Rasulullah menekankan, yang penting bagi umat sebenarnya bukan kapan kiamat terjadi, tetapi apa yang dipersiapkan sebagai bekal. Selain kiamat besar yang pasti akan terjadi di saat yang sudah ditentukan, setiap hari kita juga mengalami kiamat kecil, yaitu kematian, penyakit, bencana dan berbagai kejadian yang berisiko terhadap badan dan nyawa.

Sependapat dengan KH Masduki Baidhawi dari MUI Pusat yang meminta agar ulama lebih aktif lagi memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Bimbingan tidak hanya diberikan di sektor hilir setelah kejadian, tetapi lebih penting di hulu agar masyarakat betul-betul memahami arti dan kedudukan kiamat ini sesungguhnya. Isu kiamat di atas perlu diselidiki kalau-kalau ada motif mencari untung, sebab terkait uang dan harta. Hal-hal begini penting dicegah agar jangan sampai berkembang.

Kabar kiamat sudah dekat yang beredar selama ini juga kontraproduktif. Ada orang yang malas bekerja dan malas sekolah, seolah-olah usia dunia ini tidak lama lagi, dan apa yang dilakukannya akan sia-sia. Ada sebuah keluarga yang memiliki anak lebih lima orang, hampir semuanya tidak tamat SD dan drop out di tengah jalan. Setelah ditanya mengapa tidak sekolah, sang anak mengatakan, “Ujar abah kada lawas lagi kiamat, jadi kadada gunanya jua sakulah…”. Ini menunjukkan pemahaman yang sangat keliru. Orangtua berlindung di balik isu kiamat untuk menutupi kemalasannya menyekolahkan anak. Padahal anak memiliki masa depan yang sangat panjang. Kalau tak sekolah apa yang bisa diharapkan.

Agama Islam mengajarkan hidup produktif dan opimal hingga akhir. Ada hadis mengatakan, “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok hari”. Sekiranya esok benar-benar hari kiamat namun di tanganmu masih ada sebiji bibit tanaman, maka segeralah tanam, karena ia akan menjadi amal kebajikan yang bernilai tinggi. Wallahu A’lam.

Iklan
Iklan