Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Wagub Kalteng Panen Perdana Padi Varietas IR 42/PB-42

×

Wagub Kalteng Panen Perdana Padi Varietas IR 42/PB-42

Sebarkan artikel ini
15 kalteng1 12
Wagub Kalteng H.Edy Pratowo dan Bupati Pulang Pisau Pudjistaty Narang saat panen perdana Padi Varietas IR 42/PB-42 di desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau.(kp/ist).

Dalam rangka meningkatkan produksi beras, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah khususnya di kawasan sentra pengembangan padi seperti Desa Belanti Siam.

PALANGKA RAYA, KP — Untuk penanganan inflasi, Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo melakukan Panen Perdana Padi Varietas IR

Kalimantan Post

42/PB-41, di Poktan Margo Mulyo, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (19/8)

Gubernur Kalteng melalui Wagub Edy Pratowo menyampaikan, dalam rangka meningkatkan produksi beras, berbagai upaya telah dilakukan

pemerintah khususnya di kawasan sentra pengembangan padi seperti Desa Belanti Siam.

Dan sebagai bagian kawasan sentra food estate Provinsi Kalimantan Tengah, dengan menetapkan metode pertanian modern mulai dari proses

produksi, panen, pasca panen, pengolahan hingga produk siap dijual.

“Pada hari ini kita bersama-sama melakukan panen perdana padi varietas IR 42 / PB-42, di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu

dengan luasan 200 hektar” ucapnya.

“Hal ini merupakan salah satu wujud implementasi program prioritas provinsi atas rekomendasi Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi

Kalimantan Tengah terhadap pengendalian salah satu komoditas inflasi (beras pera/karau) sejak akhir tahun 2022 sampai pertengahan tahun

2023” sambungnya.

Menurutnya, dari hasil ubinan yang dilakukan oleh BPS bahwa produktivitas padi cukup bagus, diperoleh 5,7 ton per hektar, hal ini

menandakan bahwa Kabupaten Pulang Pisau sebagai lumbung pangan Kalteng, berarti wilayah ini tetap bisa untuk dijadikan sebagai wilayah

ketahanan pangan.

Menurut Wagub, seperti yang disampaikan oleh Kepala BPS Pulang Pisau, bahwa setiap tahun produksinya selalu meningkat, kita berharap

wilayah ini terus dikembangkan dan ditingkatkan, kita juga bersyukur Kabupaten Pulang Pisau dari dulu sampai sekarang tetap

mempertahankan andalannya pada sektor pertanian dalam arti luas” sebut Edy.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Ikuti Entry Meeting Laporan Keuangan BPK RI 2025

Diakui kehadiran wilayah Pulang Pisau sebagai salah satu bagian pengembangan proyek strategis nasional food estate, faktanya masih

terus berkembang dengan baik.

Demikian pula infrastruktur jalan juga sudah bisa terhubung dengan baik, sehingga masyarakat tidak merasa kesulitan lagi dalam proses

pemasaran hasil pertaniannya ke luar wilayahnya.

Pihaknya berharap setiap tahunnya Kabupaten Pulang Pisau sebagai penyumbang beras khususnya dan hasil-hasil pertanian lainnya, bisa

menempatkan kabupaten ini menjadi lumbung pangan baik bagi Kalimantan Tengah maupun nasional.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Pulang Pisau Oo Suharto dalam laporannya mengatakan, data perkembangan produksi padi di Kabupaten Pulang

Pisau kurun waktu tahun 2023 menunjukkan peningkatan.

Melalui hasil survei dan ubinan yang dilakukan di seluruh Kabupaten Pulang Pisau, lebih 80% ada di wilayah food estate, data sampai

bulan April 2023 ini luas panen terjadi peningkatan menjadi 9.578 hektar, dengan produksi 29.422 ton gabah kering giling.

Dikemukakan, beberapa waktu yang lalu telah dilakukan ubinan pada dua titik di wilayah ini, dengan hasil 3,56 kg gabah kering panen

dan setelah dikonversikan untuk produktivitasnya 5,7 ton. “Ke depannya mudah-mudahan produktivitas padi khususnya yang ada di wilayah

ini semakin meningkat” ujarnya.

Kadis TPHP Kalteng Sunarti kepada awak media menjelaskan, salah satu cara dalam menghadapi El Nino di Kalteng yaitu dengan pemilihan

varietas yang ditanam tahan terhadap kekeringan, serta kesiapsiagaan brigade dampak pengendalian iklim di lapangan.

“Hal ini sudah kita buktikan dengan keberhasilan panen padi varietas IR 42 pada hari ini, selain itu juga adanya bantuan alat mesin

pertanian seperti pompa air dan menyiapkan asuransi pertanian untuk petani-petani apabila terjadi gagal panen karena puso” jelas

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Diperindag Kalteng Perkuat Sinergi Bersama BI, MES dan MUI

Sunarti.

Dikatakan, pengembangan padi IR 42 ini bersumber dana dari APBD, karena pak gubernur sangat konsen terhadap inflasi yang disebabkan

oleh beras karau, “sehingga kita menanam varietas ini 200 hektar di Pulang Pisau dan di Kapuas 200 Ha, dan hari ini kita panen dua

hektar dalam hamparan 200 hektar ” kupasnya.

Kegiatan panen perdana ini turut dihadiri oleh Asisten Ekbang Sri Widanarni, Sahli Gubernur YuasElko, Kadis TPHP Kalteng Sunarti,

Instansi Vertikal, Unsur Forkopimda Kalteng, mewakili Bupati Pulpis, Kepala Perangkat Daerah Kalteng dan Kab. Pulpis, Tim Pengendali

Inflasi Daerah Kalteng dan Kab. Pulpis, Camat Pandih Batu, serta para petani yang tergabung dalam kelompok tani. (drt/k-10).

Iklan
Iklan