Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

DLH Banjarmasin Siapkan 26 Trainer “Sekolah Sampah”, Edukasi Warga hingga Sekolah Dimulai 1–3 Bulan

×

DLH Banjarmasin Siapkan 26 Trainer “Sekolah Sampah”, Edukasi Warga hingga Sekolah Dimulai 1–3 Bulan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260417 WA0046

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan program edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara masif.

Skema ini menitikberatkan pada komunikasi, informasi, dan edukasi langsung kepada warga, sekaligus menyasar lingkungan sekolah.

Kalimantan Post

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Ichrom Muftesar, mengatakan sebanyak 26 trainer akan diterjunkan untuk memberikan pelatihan dengan berpedoman pada buku panduan “sekolah sampah” yang telah disusun.

“Panduan ini berisi cara-cara praktis yang bisa langsung diterapkan warga di rumah, seperti metode maggot, komposting, sistem tumpuk galon, kompos dek, dan teknik sederhana lainnya,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Jumat (17/04/2026).

Menurut Ichrom, materi dan perangkat pelatihan tersebut telah rampung sekitar 70–90 persen dan segera dilaporkan kepada Wali Kota HM Bpk Muhammad Yamin.

Jika mendapat persetujuan, panduan itu akan segera disebarluaskan agar masyarakat memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, katanya.

Edukasi tidak hanya menyasar warga, tetapi juga sekolah-sekolah. Minimal dua guru dari setiap SD, SMP, dan SMA akan dilatih langsung oleh para trainer.

Jadi, katanya, Guru-guru ini nantinya menyiapkan alat peraga di sekolah dan mengajarkan pengolahan sampah yang baik kepada para siswa.

“Tujuannya agar anak-anak kita sudah paham sejak dini bagaimana mengelola sampah. Jadi perubahan perilaku itu dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah,” jelasnya.

Program ini ditargetkan mulai diinisiasi dalam 1–3 bulan ke depan. Bahkan, dalam 3–6 bulan, masyarakat diyakini sudah mulai terbiasa mengelola sampah secara mandiri.

Ichrom menegaskan, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah. Timbulan sampah berasal dari individu, sehingga penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Lambat, Wali Kota Tekan SKPD Percepat Program

“Kalau ini berjalan, Insya Allah wajah kota kita akan jauh lebih bersih dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkasnya.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan