Banjarbaru, KP – Pemerintah Kota Banjarbaru resmi menutup Training Center (TC) Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Banjarbaru sebagai persiapan akhir menghadapi MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Barito Kuala.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu ditutup langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, di salah satu hotel di Banjarbaru, Senin (11/5). Sebanyak 54 peserta mengikuti pembekalan intensif sebelum bertolak mewakili Kota Banjarbaru di ajang tingkat provinsi.
Para peserta akan berlaga di berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, syarh, fahm Al-Qur’an hingga kaligrafi. Selama TC berlangsung, peserta didampingi 20 pelatih dan 15 official dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen.
Selain pemantapan materi dan simulasi lomba, pelatihan juga difokuskan pada penguatan mental, sinkronisasi teknik antara pelatih dan peserta, serta menjaga stamina agar tampil maksimal saat kompetisi nanti.
Dalam sambutannya, Erna Lisa Halaby mengapresiasi disiplin dan semangat seluruh peserta selama mengikuti training center. Ia meminta semangat belajar dan latihan tidak berhenti meski kegiatan resmi ditutup.
“Jangan biarkan semangat belajar ini selesai karena acara ditutup hari ini. Teruslah berkoordinasi dengan pembimbing, jaga kekompakan, dan yang terpenting luruskan niat semata-mata karena ibadah kepada Allah SWT,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar para peserta tidak terbebani target juara, melainkan fokus memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Banjarbaru di tingkat provinsi.
Sebagai bentuk dukungan moril, Erna Lisa menyerahkan bingkisan perlengkapan ibadah berupa mukena kepada peserta perempuan dan sajadah untuk peserta laki-laki.
Suasana haru pun terasa ketika Wali Kota menyampaikan komitmennya untuk memberangkatkan ibadah umrah bagi sejumlah peserta berprestasi di delapan cabang utama MTQ.
Janji tersebut disambut antusias para peserta dan official. Pemkot berharap motivasi tersebut mampu menjadi penyemangat bagi kafilah Banjarbaru untuk tampil optimal sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di Kalimantan Selatan. (Dev/K-5)















