BANJARBARU, Kalimantanpost .com – Ratusan sopir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru. Dalam aksinya, mereka menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni menghapus pelangsir solar, mengembalikan harga BBM sesuai harga resmi, serta menghentikan praktik parkiran di SPBU yang diduga menjadi modus pungutan liar.
Para sopir mengaku kini semakin kesulitan mendapatkan solar subsidi dengan harga normal. Mereka menilai maraknya pelangsir membuat harga solar di lapangan melonjak dan berdampak langsung terhadap pendapatan sopir.
“Saat ini hampir tidak ada lagi solar dengan harga normal di SPBU. Karena harga sudah mahal, kami tidak dapat untung,” kata salah satu sopir truk asal Hulusungai Selatan saat berorasi.
Selain itu, massa juga menyoroti keberadaan parkiran di area SPBU yang disebut mengatasnamakan pengaturan antrean, namun diduga menjadi praktik pungli terhadap sopir yang hendak mengisi BBM subsidi.
Menyikapi keluhan para sopir terkait kelangkaan solar subsidi hingga dugaan pungutan liar di SPBU, Pemprov Kalsel berencana segera membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan BBM subsidi.
Sekdaprov Kalsel, M Syarifuddin, mengatakan pembentukan satgas dilakukan untuk menindaklanjuti persoalan distribusi BBM subsidi yang dinilai semakin meresahkan para sopir angkutan barang.
“Jadi tadi sudah disampaikan bahwa kami akan membentuk Satgas secepatnya dengan melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan semua pihak terkait. Begitu juga dengan SKPD terkait,” papar Syarifuddin.(mns/KPO-1)















