Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Wamenko RI Pangan Paparkan Kontribusi Kehutanan Terhadap Ketahanan Pangan

×

Wamenko RI Pangan Paparkan Kontribusi Kehutanan Terhadap Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260518 WA0025 e1779099580270
KULIAH UMUM - Wamenko Bidang Pangan, Dr Hanif Faisol Nurafiq saat memberikan kuliah umum di Fakultas Kehutanan ULM. (Kalimantanpost.com/repro ULM).

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) RI Bidang Pangan, Dr Hanif Faisol Nurofiq memaparkan kontribusi sektor kehutanan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Ada lima peran strategis sektor kehutanan dalam membentuk siklus Pondasi Pangan Berkelanjutan,” kata Hanif, saat memberikan kuliah umum di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Senin (18/5/2026), di Banjarbaru.

Kalimantan Post

“Meliputi tata air, kontrol erosi, agroforestry, produksi pangan dan mitigasi iklim,” tambahnya, pada Kuliah umum mengangkat tema “Peran Strategis Sektor Kehutanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui FOLU Net Sink 2030”, di aula Fakultas Kehutanan ULM, Banjarbaru.

Wamenko juga menekankan, hutan bukan sekadar penyedia kayu.

“Hutan adalah infrastruktur kehidupan yang menopang sistem pangan dari hulu ke hilir,” tegas Hanif.

Melalui FOLU Net Sink 2030, kita tidak hanya menyerap karbon, tetapi juga membangun fondasi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

IMG 20260518 WA0026

Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM mengenai keterkaitan antara pengelolaan ekosistem hutan dan ketahanan pangan
nasional

Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum bergengsi ini dan menegaskan kegiatan ini sejalan dengan komitmen ULM dalam pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Rektor juga menekankan, ULM saat ini dipercaya mengelola Kawasan Hutan Dengan
Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 1.617 Ha dan Lahan Mangrove seluas 611 Ha di wilayah
Kotabaru.

“Kepercayaan ini menjadikan ULM salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki tanggung jawab langsung dalam pengelolaan ekosistem hutan dan mangrove,” kata Prof Ahmad.

Selain itu, juga memperkuat posisi strategis ULM dalam mendukung agenda nasional FOLU Net Sink 2030.

Lebih lanjut diungkapkan, ULM berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target FOLU Net Sink 2030.

Baca Juga :  Indonesia–Kazakhstan Sepakati Kemitraan Baru, Incar Pasar EURASIA

Diharapkan kegiatan ini mendorong mahasiswa sebagai calon pengelola hutan masa depan untuk mengintegrasikan pendekatan agroforestry dan perhutanan sosial dalam praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan, demi terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional. (adv/lyn/KPO-4).

Iklan
Iklan