Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Bangunan MA dan MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin Hangus Terbakar, Kemenag Siap Kawal Pengajuan Bantuan di Pusat

×

Bangunan MA dan MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin Hangus Terbakar, Kemenag Siap Kawal Pengajuan Bantuan di Pusat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260603 WA0111 scaled
TERBAKAR - Proses pemadaman kobaran api pada bangunan MA Muhammadiyah 1 dan MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/anduy)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 1 maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhamadiyah Banjarmasin ikut terdampak dalam musibah kebakaran yang terjadi di Jalan S, Parman Gang Kalimantan RT 1, Rabu (3/3/2026) dini hari.

Bangunan kedua sekolah tersebut mengalami kerusakan cukup parah pasca kebakaran hingga terpaksa meliburkan para siswa. Meski saat ini, sekolah sedang melaksanakan ujian sekolah dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Kalimantan Post

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap besar kepada pemerintah daerah terutama Kementerian Agama (Kemenag) untuk bisa membantu agar siswa bisa bersekolah kembali secara normal.

Merespon hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdurahman mengatakan wewenang mereka hanya bisa mengusulkan kepada pemerintah pusat agar sekolah yang terdampak musibah kebakaran tersebut bisa mendapat bantuan.

Pasalnya, kedua sekolah tersebut statusnya swasta hingga pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak untuk membantu perbaikan sekolah.

“Kami tidak memiliki anggaran untuk perbaikan karena statusnya swasta. Jadi kami rekomendasikan melalui Subdit Sarana Prasarana dan memohonkan untuk diprioritaskan bantuan ini karena mereka terkena musibah,” kata Abdurahman saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Rabu (3/3/2026).

Menurut Abdurahman, mungkin saja usulan perbaikan nanti bisa melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) milik Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk mengakselerasi perbaikan kualitas layanan publik dan pemerataan kesejahteraan masyarakat secara langsung dan masif di bidang pendidikan.

“Dengan adanya bukti-bukti terkena musibah itu, ya mudah-mudahan dari Kemenag Pusat bisa alokasikan program PHTC khusus untuk yang tertimpa bencana ini,” harapnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sempat mengecek langsung ke lokasi usai mendapat laporan untuk mengetahui secara pasti kondisi sekolah pasca terbakar.

Tak dipungkirinya, kondisi bangunan tidak bisa dipakai meski hanya terbakar sebagian. Namun tetap membahayakan siswa jika dipaksakan bersekolah seperti biasa.

Baca Juga :  Empat Personel TNI Penyiram Wakil KontraS Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Penjara

“Melihat kondisinya yang ada, tidak bisa dipakai tempatnya walau tidak terbakar semua karena membahayakan,” ujarnya.

Dalam hal ini pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kemenag Kota Banjarmasin bersama pihak terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu membersihkan sisa puing-puing bekas kebakaran di lingkungan sekolah.

“Paling tidak kita bersihkan dulu. Kemudian kalau ada peluang bantuan sumbangan dari madrasah-madrasahlain bisa kami koordinasikan nanti,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Banjarmasin, Saipudin mengungkapkan, pihaknya sudah membuat Surat Edaran (SE) secara internal untuk membantu atau donasi mandiri terhadap kedua sekolah terdampak tersebut.

“Paling tidak untuk pembersihan lokasi dan hal-hal yang dianggap perlu dalam waktu segera, sambil menunggu bantuan untuk rehabilitasi gedung dan sarana lainnya,” kata Saipudin.

Selain itu, ia berhadap ada langkah cepat dalam menghadapi persoalan ini. Terutama relokasi sementara untuk keberlangsungan proses belajar dan mengajar.

Mengingat saat ini siswa terpaksa diliburkan sekolah karena musibah kebakaran tersebut. Terlebih, saat ini sedang berlangsungnya ujian sekolah dan TKA. Dimana hari ini merupakan hari pertama pelaksanaannya.

“Kejadian ini tentu sangat menghambat berlangsungnya kegiatan pembelajaran siswa jika tidak segera langkah relokasi sementara,” tuturnya.

Dalam hal ini, ia juga menyampaikan turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa dua sekolah sekaligus. (ham/KPO-4)

Iklan
Iklan