Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Beda Penentuan 10 Muharram, Warga Jalan Seberang Mesjid Tetap Kompak Gelar Tradisi Bubur Asyura

×

Beda Penentuan 10 Muharram, Warga Jalan Seberang Mesjid Tetap Kompak Gelar Tradisi Bubur Asyura

Sebarkan artikel ini
IMG 20260625 WA0078
Ilustrasi Pembuatan Bubur Asyura Dalam Memperingati 10 Muharram, Kamis (25/6/2026). (Kalimantanpost.com/nugie)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Semangat kebersamaan warga Jalan Seberang Mesjid dalam menyambut 10 Muharram tetap terjaga meski sempat muncul perbedaan pandangan terkait penentuan hari pelaksanaan tradisi pembuatan Bubur Asyura. Tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun tersebut akhirnya disepakati untuk dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026).

Sejak beberapa hari terakhir, warga setempat berdiskusi mengenai waktu yang tepat untuk memasak Bubur Asyura. Perbedaan penetapan awal bulan Muharram membuat sebagian warga berpendapat pelaksanaan dilakukan pada Kamis, sementara sebagian lainnya memilih Jumat. Namun, perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan dan justru diselesaikan melalui musyawarah bersama.

Kalimantan Post

Ketua RT setempat,Ningsih, mengatakan keputusan memasak Bubur Asyura pada Jum’at diambil demi menjaga kebersamaan seluruh warga. Menurutnya, yang paling penting dalam tradisi tersebut bukan hanya soal tanggal pelaksanaan, melainkan nilai silaturahmi dan gotong royong yang terkandung di dalamnya.

“Memang ada perbedaan pendapat mengenai penentuan 10 Muharram, ada yang menghitung jatuh pada Kamis dan ada yang Jumat, setelah kami berdiskusi bersama warga, akhirnya disepakati pelaksanaannya besok setelah Salat Jumat agar semua bisa ikut berpartisipasi,” ujar Ningsih, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, tradisi Bubur Asyura setiap tahun selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Selain sebagai bentuk peringatan bulan Muharram, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga. Mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pembagian bubur dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar.

“Yang kami jaga sebenarnya adalah kebersamaan, tradisi ini sudah lama ada di lingkungan kami dan selalu melibatkan banyak warga, mudah-mudahan dengan kegiatan besok, silaturahmi tetap terjalin dan semangat berbagi kepada sesama terus terpelihara,” tutup Ningsih.

Dengan kesepakatan yang telah dicapai, warga kini bersiap melaksanakan tradisi tersebut dan berharap kegiatan berjalan lancar serta membawa berkah bagi seluruh masyarakat. (nug/KPO-3)

Baca Juga :  Tak Berizin dan Melanggar, Puluhan Reklame di Banjarmasin Bakal Ditertibkan

Iklan
Iklan