BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Lambung Mangkurat (ULM) masih terus berlangsung. Dimana sebelumnya jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) telah selesai dan dilanjutkan seleksi jalur Mandiri.
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru ULM, Iwan Aflanie mengatakan saat ini ULM sedang mempersiapkan ujian tulis mandiri berbasis komputer per tanggal 30 Juni hingga 5 Juli mendatang.
“Kalau SNBP maupun SNBT sudah selesai dari awal. Jadi sekarang persiapan ujian tulis mandiri yang sebelumnya sudah pendaftaran dari tanggal 25 Mei hingga 10 Juni lalu,” ucap Iwan, Kamis (25/6/2026).
Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan proses penerimaan di ULM sendiri terbagi dalam tiga jalur dengan kouta penerimaan keselurahan jumalnya sekitar 7.026 orang.
Untuk jalur SNBP maksimalnya sekitar 20 persen. Kemudian jalur SNBT menerima hingga 50 persen dan jalur mandiri sampai 30 persen dari total kouta keseluruhan.
“Jadi masing-masing itu sudah ada porsinya, apabila tidak memenuhi kouta. Maka kita alihkan ke jalur selanjutnya. Contohnya bila ada prodi kosong yang harusnya menerima 50, tapi hanya ada 45 maka kita tambahkan ke jalur mandiri. Jadi melimpah kouta di jalur selanjutnya,” jelas Iwan.
Adapun jumlah prodi ULM keseluruhan sendiri ada sebanyak 136 prodi yang diantaranya 76 di jenjang S1 yang sedang membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Menurutnya, dari pantauan proses penerimaan mahasiswa baru ini saat ini. Ada beberapa prodi atau jurusan yang paling diminati hingga membludaknya pendaftaran.
Diantaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Hukum dan paling banyak pendaftar dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) seperti Kedokteran, Farmasi, Psikologi dan Keperawatan.
Sementara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) peminatnya standar sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski diketahui profesi guru cukup jadi perhatian mengingat gaji masih rendah apabila bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perubahan jadi datar saja,” ujarnya.
Ia mengungkapkan meski sebelumnya ULM sempat tersandung kasus kontroversi guru besar hingga menyebabkan akreditasi kampus turun. Namun pendaftar mahasiswa baru tetap tinggi, apalagi di tahun 2025 lalu kenaikan pendaftar hingga sampai 1.000 orang dari tahun sebelumnya.
“Sebelumnya sempat turun pendaftar tapi Alhamdulillah naik lagi di tahun 2025 lalu. Kita akan terus pertahankan agar ULM terus menjadi tujuan utama calon mahasiswa untuk mengeyam pendidikan,” pungkasnya. (ham/KPO-3)















