BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin memicu keluhan masyarakat. Kondisi tersebut semakin dikeluhkan karena terjadi di tengah musim kemarau, saat suhu udara terasa lebih panas dan aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.
Selain itu, kekhawatiran lain muncul dimana masyarakat takut peralatan elektronik di rumah mengalami kerusakan karena pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa jam.
Seperti yang dirasakan Azizah salah seorang warga Pekapuran A yang selalu was-was ada barang elektronik miliknya rusak. Mengingat pemadaman listrik yang terus terjadi beberapa hari belakang.
“Kalau listrik suka mati nyala terus takutnya barang-barang elektronik rusak,” kata Azizah, Rabu (1/7/2026).
Tidak hanya itu, dirinya yang punya anak kecil juga merasa kesel jika pemadaman listrik ini akan berlangsung lama. Sebab anaknya selalu rewel apabila kepanasan.
“Di dalam rumah panas di luar panas. Tersiksa sekali pokoknya,” ucapnya kesal.
Hal senada juga diungkapkan Heny, warga Pemurus Baru yang terpaksa ngungsi sementara ke tempat lain apabila listrik padam di wilayahnya.
“Tidak sanggup kalau diam di rumah dalam kondisi mati. Tahu sendiri Banjarmasin panas poll,” ungkap Heny.
Meski ada pemberitahuan sebelum listrik dimatikan. Tetap saja hal ini merugikan pihaknya sebagai masyarakat yang sebagian besar mengonsumsi listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Selain itu, Heny juga merasa khawatir apabila tagihan listrik naik apabila pemadaman listrik terus terjadi.
“Kalau gini pasti akhir-akhirnya listrik naik,” pungkasnya. (ham/KPO-3)















