BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menutup rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin setelah mencatat capaian inklusi keuangan syariah sementara sebesar Rp2,71 triliun melalui 28.576 rekening.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah di daerah.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo mengatakan, penyelenggaraan SYAFIF merupakan bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Selama penyelenggaraan kegiatan, masyarakat memperoleh akses terhadap edukasi keuangan syariah, promosi produk dan layanan keuangan syariah, konsultasi keuangan, layanan zakat, perlindungan konsumen, hingga layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK),” ujarnya saat penutupan kegiatan di Banjarmasin, di Duta Mall Banjarmasin, (05/07/2026) Minggu Malam
Dihadapan peserta pemeran dab para undangan penutupan SYAFIF Goes to Banjarmasin yang menghadirkan 20 booth ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terdiri atas 17 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah, satu lembaga amil zakat, yakni Rumah Zakat, serta dua regulator, yaitu OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus mengakses berbagai produk dan layanan keuangan syariah di satu lokasi, kata Maya lagi.
Acara penutupan dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Muhammad Ikhsan Alhak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Ketua Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS) Arjanto, pimpinan PUJK Syariah, serta sejumlah pemangku kepentingan.
OJK mencatat, sejak pre-event yang dimulai pada 4 Juni 2026 hingga penutupan di Banjarmasin, program tersebut berhasil menghimpun dana melalui 27.599 rekening dengan nilai sekitar Rp96,72 miliar.
Selain itu, katanya, realisasi pembiayaan, pegadaian, dan penjaminan mencapai Rp2,61 triliun dengan 977 rekening.
Secara keseluruhan, total capaian sementara inklusi keuangan syariah mencapai Rp2,71 triliun dengan 28.576 rekening.
Nilai tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring pelaksanaan post-event SYAFIF di Jakarta dalam waktu dekat.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Muhammad Ikhsan Alhak menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah karena selaras dengan budaya serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Sebagai rangkaian nasional, penyelenggaraan SYAFIF akan berlanjut di empat kota lainnya, yakni Jakarta, Semarang, Banda Aceh, dan Makassar. Di Kalimantan Selatan, OJK juga akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan syariah ke berbagai kabupaten dan kota agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan syariah.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, OJK berharap ekosistem keuangan syariah di Indonesia semakin inklusif, inovatif, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.(nau/KPO-1)















