Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Portugal Versus Spanyol, Duel Pemain Beda Generasi dan Berlabel Juara Eropa

×

Portugal Versus Spanyol, Duel Pemain Beda Generasi dan Berlabel Juara Eropa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260706 WA0029 e1783327985738
Christian Ronaldo dan Lamine Yamal. (Repro AFC)

DALLAS, Kalimantanpost.com – Dua rival Eropa, Portugal dan Spanyol sudah saling menjatuhkan di babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung Stadion Dallas, Arlington, Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Portugal melaju secara dramatis setelah menundukkan Kroasia 2-1 melalui gol penentu Goncalo Ramos di perpanjangan waktu. Sementara itu, Spanyol tampil perkasa menghancurkan Austria 3-0 dan melangkah ke Texas dengan catatan pertahanan sempurna yang belum kebobolan satu gol pun.

Kalimantan Post

Laga ini sekaligus menjadi duel pemain beda generasi antara bintang veteran Portugal Cristiano Ronaldo (41 tahun) menghadapi talenta muda Spanyol Lamine Yamal (18 tahun).

Selain itu, kedua tim datang dengan label juara Eropa. Spanyol menyandang status juara bertahan Piala Eropa pada tahun 2024, sedangkan Portugal berstatus juara bertahan UEFA Nations League 2025. Gelar tersebut diraih setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti di partai final.

Dengan modal itu, pertandingan diprediksi berlangsung sengit. Portugal maupun Spanyol sama-sama memiliki kualitas untuk melangkah lebih jauh di turnamen.

Portugal dan Spanyol sudah dua kali bersua di panggung Piala Dunia. Dari dua pertemuan itu, Spanyol belum pernah kalah.

Spanyol menang 1-0 pada Piala Dunia 2010. Keduanya kemudian berbagi angka 3-3 di fase grup Piala Dunia 2018.

Namun, sejarah terkini berpihak pada Portugal, yang dua kali berhasil membalikkan keadaan dan bermain imbang 2-2 di final Nations League 2025, kemudian menang melalui adu penalti.

“Kami sangat menghormati kualitas Spanyol,” kata Martinez dikutip dari AFC. “Tetapi mereka adalah tim Eropa, dan kami mengenal Spanyol dengan sangat baik.”

“Mereka juga tahu seperti apa permainan kami, jadi saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang fantastis… dua tim yang ingin menguasai bola, ingin mencari gol dengan cepat, dan menciptakan peluang.

Baca Juga :  Permalukan Kanada 3-0, Maroko Negara Afrika Pertama ke Perempat Final Piala Dunia Beruntun

Sementara Cristiano Ronaldo diujung kariernya tak ingin Portugal terhenti hanya di babak 16 besar. Pemain berusia 41 tahun ini ingin membawa negara melangkah lebih jauh Piala Dunia terakhirnya.

Pencetak gol terbanyak di kancah internasional sepak bola pria telah menepis pertanyaan tentang apakah ia akan pensiun dari timnas Portugal setelah turnamen ini.

Setelah bersusah payah meraih hasil imbang 1-1 melawan Kongo DR di fase grup, mantan penyerang Real Madrid, Juventus, dan Manchester United itu mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 atas Uzbekistan untuk sementara membungkam para peremeh.

“Aku kembali,” katanya dengan penuh kemenangan setelah itu.

Pemain veteran itu kemungkinan besar akan masuk dalam starting XI Martinez melawan Spanyol, tetapi Spanyol akan menjadi lawan yang lebih berat daripada Kroasia, dan akan menjadi favorit untuk melaju ke babak selanjutnya dalam pertemuan di Texas tersebut.

Namun, Ronaldo akan mendapat ‘saingan’ pemain muda Spanyol, Lamine Yamal yang tampil mengesankan saat menghajar Austria 3-0 di babak 32 besar.

Penampilan gemilang Lamine Yamal yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Pemain muda berbakat Barcelona berusia 18 tahun itu bermain selama 85 menit di California, penampilan terpanjangnya sejauh ini di Piala Dunia FIFA setelah pulih dari cedera hamstring.

Menegaskan kepercayaan diri yang mengalir di tim Spanyol, Yamal berkata: “Saya ingin melaju ke babak selanjutnya dan menang bersama Spanyol.”

“Kami tidak takut pada tim mana pun. Kami adalah Spanyol. Piala Dunia dimulai sekarang,” ujarnya. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan