Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Jawab Tuntutan Massa Aksi, PLN Ajak Cek Langsung Kerusakan Pembangkit Listrik di PLTU Asam-Asam

×

Jawab Tuntutan Massa Aksi, PLN Ajak Cek Langsung Kerusakan Pembangkit Listrik di PLTU Asam-Asam

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0034
Petugas PLN sedangn melakukan perbaikan terhadap stator generator di unit tiga PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (30/7/2026) siang. (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Menjawab tuntutan massa aksi pada Rabu (29/7/2026) lalu, PLN UP3 Banjarmasin mengajak perwakilan massa aksi dan media massa untuk mengecek langsung kerusakan yang terjadi pada pembangkit listrik yang berada di PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (30/7/2026).

Saat sampai di lokasi, terlihat sejumlah petugas sedang bekerja memperbaiki bagian-bagian yang mengalami kerusakan di PLTU Asam-Asam.

Kalimantan Post

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam, Fajar Pamujianto mengatakan kondisi yang terjadi saat ini karena adanya kerusakan di stator generator yang ada di unit tiga yang menyebabkan pemasok listrik terganggu.

“Terkait dengan teknis kondisi permasalahan yang ada di pembangkit kita, terjadi gangguan generator yang ada di unit tiga. Terus di unit dua sedang dalam pemeliharaan dengan kapasitas yang sama,” ungkap Fajar kepada awak media.

Perbaikan sendiri lanjutnya, berlangsung selama 24 jam yang terbagi dalam tiga shift dengan jumlah pekerja yang terbatas hanya 10 orang. Keterbatasan pekerja dalam perbaikan sendiri karena terbatasnya ruang bekerja.

Kendati demikian, menurutnya perbaikan di sisi stator generator tidak membutuhkan banyak orang. Melainkan ketelitian dan kehati-hatian dalam pekerjaan.

“Kondisi itu yang menjadi garansi pekerjaan ini, sehingga pada saat nanti unit beroperasi. Mudah-mudahan tidak ada kendala yang sama terjadi,” ujarnya.

Selain itu, perbaikan juga memerlukan waktu yang relatif panjang sampai 30 hari karena ada treatment dari waktu ke waktu yang harus dilakukan.

“Karena itu kita membutuhkan waktu sampai 30 hari yaitu hingga di tanggal 25 Agutus. Sebab treatment untuk sparepart kita membutuhkan treatment waktu ke waktu. Mulai dari pengujian, ambil data, di uji lagi, ambil data lagi sampai dengan hasil yang maksimal. Setelah itu, baru kita lakukan pemasangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Milad ke-22, Bank Kalsel Syariah Berikan Voucher Belanja bagi Nasabah Tabungan Haji

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Ramadhan Syarif menuturkan setelah melihat langsung proses perbaikan terhadap kerusakan di PT PLN UBP Asam-Asam, pihaknya pun mengajak masyarakat untuk bersabar.

Pasalnya, dari pihaknya PLN sendiri sedang berusaha melakukan percepatan perbaikan agar pemadaman listrik bergilir bisa benar-benar pulih seperti yang diharapkan masyarakat.

“Tadi kita lihat langsung perbaikan yang dilakukan. Jadi tolong masyarakat untuk bersabar karena PLN sedang berusaha,” kata Muhammad Ramadhan Syarif.

Selain itu, PLN juga berjanji di tanggal 25 Agustus mendatang gangguan listrik tidak terjadi lagi dan kembali normal.

“PLN berjanji di tanggal 25 Agustus itu tidak akan terjadi adanya pemadaman lagi,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Islam Kalsel, Rolly Irawan menambahkan bahwa apa yang diresahkan masyarakat terjawab sudah karena memang ada kerusakan yang terjadi setelah mereka mencek langsung ke lokasi.

“Sebenarnya ini murni kerusakan dari mesin generator unit tiga,” sebut Rolly.

Meski sudah dipastikan karena ada kerusakan, pihaknya tetap terus mengawal persoalan ini untuk memastikan PLN menepati janjinya bahwa pemadaman listrik bergilir benar akan berakhir di Agustus 25 mendatang.

“Kalau masih ada pemadaman dan tidak normal pada 25 Agustus nanti, tentu kita akan turun melakukan aksi kembali untuk mempertanyakan janji mereka,” pungkasnya. (ham/KPO-3).

Iklan
Iklan