BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Bank Kalsel memberikan apresiasi kepada kantor cabang yang dinilai berhasil mengelola dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan baik.
Dari 13 kantor cabang Bank Kalsel yang tersebar di kabupaten/kota, Kantor Cabang (KC) Tanjung ditetapkan sebagai pengelola CSR terbaik tahun ini.
Penilaian tidak hanya didasarkan pada banyaknya kegiatan, tetapi juga keaktifan cabang, dampak program, kepatuhan terhadap pedoman, hingga kualitas pelaksanaannya.
Didampingi Direktur Operasional Bank Kalsel Iwan dan Sekretaris Perusahaan Firmansyah, Pengelola CSR Kantor Pusat Bank Kalsel, Gina mengatakan penilaian dilakukan secara berkala terhadap seluruh kantor cabang.
Bahkan setiap tahun, kantor pusat menetapkan sekaligus mengumumkan alokasi anggaran CSR sejak awal tahun, katanya.
Setelah mengetahui besaran anggaran masing-masing wilayah, kantor cabang dapat menyusun dan menjalankan program selama satu tahun penuh dengan mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan perusahaan.
“Anggaran setiap tahun diberikan dan diumumkan di awal tahun. Setelah tahu anggaran masing-masing untuk kabupaten dan kota, cabang bisa menjalankan sesuai anggaran yang tersedia selama satu tahun penuh,” ujar Gina usai penyerahan apresiasi pengelolaan CSR dalam rangkaian Media Gathering Bank Kalsel di Hotel Platinum Indonesia Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Dijelaskannya, pelaksanaan program CSR di daerah harus mengikuti pedoman perusahaan yang telah beberapa kali diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan. Pembaruan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam menentukan kantor cabang terbaik, Bank Kalsel menggunakan sejumlah indikator penilaian. Di antaranya keaktifan cabang, bidang kegiatan yang dilaksanakan, dampak program terhadap masyarakat, kepatuhan terhadap pedoman, serta jumlah kegiatan yang direalisasikan.
“Penilaiannya dilihat dari keaktifan cabang, bidang kegiatan, dampak kegiatan, kepatuhan apakah sesuai pedoman atau tidak, kemudian jumlah kegiatan,” jelasnya.
Menurut Gina, banyaknya kegiatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan program CSR. Namun, semakin aktif sebuah cabang menjalankan program, semakin besar pula peluang manfaat dan dampak yang dirasakan masyarakat.
Keaktifan tersebut juga tidak hanya dilihat dari kelengkapan administrasi dan pemberkasan. Inisiatif cabang dalam menyusun program serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah turut menjadi nilai tambah dalam penilaian.
“Keaktifan cabang itu bukan hanya melengkapi pemberkasan sesuai yang diminta, tetapi juga inisiatif program. Kalau ada kolaborasi dengan pemerintah setempat, itu menjadi nilai lebih,” katanya.
Setelah seluruh indikator dinilai, penetapan cabang terbaik tidak dilakukan secara langsung oleh pengelola CSR. Hasil penilaian terlebih dahulu disampaikan kepada jajaran direksi untuk mendapatkan persetujuan sebelum diumumkan kepada seluruh cabang.
“Untuk penunjukan cabang menjadi yang terbaik dari penilaian tersebut, kami serahkan ke direksi untuk meminta persetujuan. Setelah disetujui, baru kami umumkan ke cabang,” ujarnya.
Program apresiasi pengelolaan CSR tersebut telah berlangsung selama tiga tahun. Pada 2023, penghargaan diberikan kepada KC Balangan. Kemudian pada tahun berikutnya diraih KC Amuntai. Sementara tahun ini, predikat terbaik diberikan kepada KC Tanjung.
Sementara itu, Pgs. Kepala Bank Kalsel KC Tanjung, Rabbiyanur Fahmi, mengatakan salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian adalah frekuensi pelaksanaan kegiatan serta kesesuaiannya dengan indikator yang telah ditetapkan kantor pusat.
Menurutnya, hingga saat ini realisasi pelaksanaan program CSR KC Tanjung pada 2026 berada di kisaran 70 persen. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai sekitar 900 kegiatan.
“Untuk penilaiannya, salah satu yang dilihat adalah frekuensi pelaksanaan kegiatan. Jadi, penilaiannya berdasarkan poin-poin yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Rabbiyanur menjelaskan, program CSR KC Tanjung diarahkan pada sejumlah bidang, terutama keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. Pelaksanaannya tetap mengacu pada daftar serta pedoman yang telah ditetapkan oleh kantor pusat, termasuk dalam aspek administrasi dan pelaporan.
“CSR kita mencakup bidang keagamaan, sosial dan kemasyarakatan, sesuai dengan daftar atau pedoman yang sudah ditetapkan oleh kantor pusat. Termasuk juga aspek administrasi dan pelaporan kegiatan,” jelasnya.
Dengan predikat tersebut, KC Tanjung diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas program CSR, sehingga tidak sekadar memenuhi ketentuan perusahaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah kerjanya.(ADV/KPO-1)















