BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tiga calon rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah melaksanakan wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, di Jakarta, Selasa (8/9/2026) siang.
Sesi wawancara dengan menteri tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang mesti dilalui oleh para kandidat.
Hasil wawancara ini akan menjadi bahan penilaian menteri untuk menentukan pilihan pada pemungutan suara yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
“Nanti kita rapat senat sekalian menjadwalkan rapat senat tertutup untuk pemilihan rektor ULM periode 2026 -2029,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor ULM Periode 2026-2029, Prof Ifrani.
Untuk diketahui, dari total 100 persen hak suara yang diperebutkan saat masa pencoblosan nanti, sebanyak 35 persen di antaranya merupakan hak suara penuh dari menteri, sedangkan sisanya dimiliki anggota senat.
“Wawancara hanya sebagai bahan penilaian pak menteri saja,” ungkapnya.
Proses penentuan pimpinan baru ULM itu pun kini tinggal menunggu jadwal resmi rapat senat tertutup yang akan disepakati panitia dan pihak terkait.
“Yang datang saat pencoblosan dari kementerian. Bisa Pak Menteri langsung atau Kuasa Menteri yang mewakili,” ujar Ifrani. (adv/lyn/KPO-4)















