2019 Kuota Tabung Melon 3 Kg di Kalsel Harus Dievaluasi

Banjarmasin, KP – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Cabang Banjarmasin, H Syaibani mengataklan Tahun 2019 nanti kuota tabung 3 Kilogram (Kg) ini harus dievaluasi dan tetap ditambah.

Ia juga memastikan jika stok LPG 3 Kg justru dalam kondisi aman jelang tutup tahun 2018.

Saat ini jadi warga tidak perlu panik elpiji aman dan lancar bahkan kami tanggal merahpun tetap oprasional.

“Memang saat ini ada beberapa daerah yang harga tagung 3 Kg ini mengalami kenaikan harga.

Namun jangan lupa rangkaian ini berjalan dari agen kepangkalan dan ini tanggung jawab kemitaraan Pertamina,’’ ujarnya.

Dikatakan, hampir semua daerah sudah mengalami konversi. Bahkan sudah ada juga konversi nelayan di beberapa daerah pesisir seperti daerah Kotabaru bahkan ada juga elpiji ini yang mengalami migrasi ke dearah lain.

“Kalau mau aman tabung gas 3 Kg di Bumi Antasari ini hanya satu kuotanya harus segera ditambah.

Karena pertumbuhan penduduk dan banyak penduduk pendatang yang masuk di sini setiap tahun, sedangkan kuota kita tidak pernah ditambah-tambah hingga 5 tahunan,’’ ujarnya lagi.

Untuk itu Pemprov Kalsel dan pusat khususnya Mentri ESDM RI agar kuota Gas Melon dan BBM dievaluasi kembali setiap tahunnya.

Dijelaskan, saat ini persediaan dalam posisi 1.300 Metrik Ton (MT) untuk Banjarmasin.

“Dan kebutuhan normal kita setiap harinya sekitar 350 ton, namun hingga saat ini kuotanya tetap saja,’’ ujarnya.

Ia menyebut penyaluran LPG 3 Kg rata-rata 350 MT perhari, namun untuk bulan Agustus 2018 meningkat menjadi 400 MT perhari.

Meski demikian, ia mengaku jika ada dugaan permainan di tingkat pengecer saja. (hif/K-2)

 

 

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...